Kamis, 24 Maret 2011

Kata Mutiara Al Makmun, Khalifah Abbasiyah

Sesungguhnya manusia itu menjadi lebih baik lantaran akalnya. Andaikata bukan karena itu maka tidak ada bedanya antara dagng yang satu dengan daging yang laindan antara darah yang satu dengan darah yang lain.
Para penjahat itu berharap aku memaafkan mereka agar hilang rasa takut mereka, dan agar kebahagian masuk ke dalam hati mereka.
Bagiku menang dalam adu argument lebih kusukai daripada menang dalam adu kekuatan karena kemenangan dengan kekuatan akan lenyap bersama lenyapnya kekuatan. Sedangkan, kemengan dalam argument tidak bisa dilenyapkan oleh apa pun.
Barangsiapa yang tidak mengharagai niat baikmu maka dia tidak akan mesyukuri perbuatan baikmu.
Alangkah buruknya orang yang bersikeras untuk mencapai kekuasaan. Lebih buruk dari itu adalah kejengkelan para hakimsebelum dia memahami suatu perkara dengan jelas. Lebih buruk dari itu adalah kepicikan para ahli fikih tentang agama. Lebih buruk dari itu adalah kekikiran orang kaya, serta sendau gurau orang tua, kemalasan anak muda, dan pengkhianatan seseorang yang berada di medan perang.
Orang yang paling zalim kepada dirinya sendiri adalah orang yang mendekat kepada orang yang menjauhinya, merendahkan diri kepada orang yang tidak menghormatinya, dan menerima pujian dari orang yang tidak mengenalnya.
Demi Allah, sesungguhnya aku merasakan kenikmatan ketika aku memaafkan manusia hingga aku khawatir maaf yang kuberikan itu semata rasa nikmat tersebut sehingga aku tidak mendapatkan pahala dari Allah. Andaikata manusia tahu bahwa aku mencintai maaf, mereka pasti akan mendekati dengan kesalahan.
Catur dapat menajamkan pikiran
Lagu yang paling merdu adalah lagu yang membuat pendengarnya senang dan gembra, baik lagu itu benar atau salah.
Tidak ada satu kesulitan pun yang menimpaku, kecuali disebabkan kejahatan para pejabat.
Tidak ada penjelajahan yang lebih indah daripada menjelajahi alam pikiran manusia
Sungguh meletihkan siasat seseorang yang apabila dia maju maka maksudnya adalah untuk mundur, dan apabila dia mundur maka maksudnya adalah untuk maju.
Sebaik-baiknya tempat duduk (majelis) adalah yang bisa memandang manusia.
Manusia itu ada 3 macam. Pertama, manusia yang seperti makanan. Ia harus dimakan dalam kondisi apapun. Kedua, manusia yang seperti obat. Dia dibutuhkan ketika sedang sakit. Ketiga, manusia yang seperti penyakit. Ia disukai sepanjang zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar