Kita akan bicara tentang pergerakan. Pergerakan untuk melahirkan peradaban. Pergerakan yang kecepatan, percepatan, konsistensi, tidak diragukan. Semua itu perlu kreativitas dan inovasi gerakan. Kita akan bercermin dengan ’pergerakan’ Muhammad dalam membangun peradaban yang bernama MADINAH. Untuk mencapai percepatan yang maha tinggi, kita selayaknya ’menyontek’ gaya pergerakan Muhammad.
Muhammad sebagai Rasulullah. Sebelum menjadi nabi adalah seorang pebisnis. Kemampuannya tidak di ragukan. Hal ini, bukan hanya pada nabi kita. Sahabat-sahabat yang kita kenal sebagai tokoh politik sentral peradaban Islam pertama adalah pebisnis. Apakah hal ini sebagai ajaran dalam Islam bahwa untuk menjadi pemimpin Islam, sebelumnya harus membekali diri memahami permasalahan niaga dan penguasan pasar atau kekuatan ekonomi? Dalam sejarah kita, pasar tidak hanya melahirkan para pebisnis, tapi juga para ulama dan pemimpin kita.
Di waktu yang sama. Kita lihat bagaimana seekor naga menari, yang bernama cina. Bergerak melakukan percepatan tinggi mengalahkan Amerika. Di saat yang sama. Kita bertanya. Kenapa kita tidak bisa? Ada apa dengan kita?
Basis gerakan harta merupakan hal penting dalam membangun peradaban. Kenapa Allah memilih Yatsrib bukan tempat lain di jazirah Arab? Kenapa Muhammad membangun pasar setelah Masjid? Kenapa ada ikatan persaudaraan antara Muhajirin dan Anshor? Kenapa sahabat yang menggerakkan perpolitikan dan pengembangan da’wah dari kalangan pebisnis? Dan kenapa Islam di bawa ke Indonesia oleh kalangan pebisnis Muslim?
Kita akan menjawabnya satu persatu.
Tulisan yang ter-inspirasi kado Ulang tahunku ”Cucuran Air mata”
Sebelum berangkat ke Semarang
Pukul 16 : 50
Sabtu, 30 Oktober 2010
Di Baitul El Fath, Bandung
Kamis, 24 Maret 2011
PEMUDA MILITAN
Mari kita sejenak merenungi kembali sejarah bangsa ini. Bangsa yang di bangun dari tulang belulang pemuda-pemuda Pertiwi. Tanah subur yang di sirami darah anak-anak negeri. Semua bangun, berdiri, berlari demi kebebasan Peradaban kita, Indonesia. Siapa yang punya ide agar bangsa ini merdeka?? Jawabannya adalah PEMUDA. Ya, kita PEMUDA. Dan ku menyebut mereka, PEMUDA MILITAN.
Sejarah besar selalu di bangun oleh para PEMUDA. Siapa yang bersumpah menyatukan Nusantara? Gajah Mada, pemuda yang mengucapkan sumpah Palapa-nya. Di sejarah negeri ini tidak mengenal adanya Sumpah orang tua, adanya ’Sumpah Pemuda’, 1908. Di kamar mungil, seorang mahasiswa bermimpi akan kemerdekaan bangsanya. 20 tahun kemudian impiannya baru tercapai. Siapa pemuda itu? Soekarno, Presiden kita. Hatta yang bersumpah ”tidak akan menikah sampai indonesia merdeka”. Dan, kejatuhan setiapa rezim, selalu di motori kumpulan Pemuda. Bangsa ini di gerakkan oleh pikiran-pikiran besar anak-anak negerinya. Terlalu banyak bila kita harus menyebutkan satu persatu pemuda-pemuda terbaik bangsa ini. Lalu bagaimana dengan kita???
65 tahun kita merdeka secara fisik. Semua itu hasil dari kerja keras dan pikiran-pikiran besar pemuda ”kemerdekaan”. Mereka telah menyelesaikan tugasnya pada zamannya. Menyatukan anak-anak negeri. Memberontak atas kebebasan bangsa.Tapi, kita belum merdeka seutuhnya. Dan tugas kita lah untuk menyelesaikannya. Untuk itu di perlukan pemuda-pemuda yang berpikir dan berjiwa besar, serta berjiwa militan.
Pemuda Militan, bukan berarti kita mengangkat senjata atau teroris. Dalam buku The Celestial Management dapat di maknai sebagai orang yang memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan apa yang di yakininya. Bahkan dia siap mengorbankan harta dan jiwanya. Siapa yang meragukan militansi Bung Karno, Bung Hatta dan kawan-kawan? Mereka korbankan apapun untuk mengusir penjajah. Daya juang mereka tak habis di makan usia. Dan kita tak pernah lupa bagaimana jenderal kita, Sudirman. Walaupun dalam keadaan sakit dan harus ditandu. Beliau tetap memimpin gerilya. PENYAKIT takluk oleh ambisi perjuangannya untuk merdeka.
Minimal, ada tiga ciri yang dapat diidentifikasi pemuda militan. Pertama, sebagai aktivis yang selalu pro-aktif. Saat melihat problem yang ada. Segera menyelasaikanya secepat dan setepat mungkin. Kita semakin jarang melihat para aktivis sejati. Kedua, aktivis yang memiliki militansi tinggi takkan pernah berhenti berjuang. Kemenangan itu melalui proses panjang. Itu yang diyakininya. Ketiga, memiliki jiwa strong leadership ( kepemimpinan kuat) dan visioner. Dengan itu ia dapat menentang intervensi yang merugikan rakyat. Hanya seorang pemimpin visioner yang mampu melihat masa depan, fokus, konsisten, dan ber-orientasi pada hasil.
Pemuda militan adalah sebuah keniscayaan bagi bangsa ini. Bila bangsa yang besar ini ingin terkenang sebagai ’Peradaban maha Dahsyat pada abad 21-22’. Tertawalah bagi yang ingin tertawa atas tulisan saya ini.
Mari kita jujur. Perbaikan atau revolusi bidang apa sih yang di perlukan negeri kita ini? Agar minimal bangsa ini ’sebesar’ China dan India ( Bharat ) saat ini dan kedepannya. Secara otomatis kita akan segera terpikir dalam bidang politik, ekonomi, militer, sosial-budaya, iptek dan lain-lain. Inilah amanah yang harus diselesaikan oleh pemuda militan.
Sejenak, ada yang menanyakan. Siapa pemuda militan itu?
Mereka ada disini. Mereka bersama kita. Mereka ada di sekeliling kita. Sampai-sampai kita tidak sadar mereka ada di dekat kita. Mungkin saja yang membaca tulisan ini. Pemuda militan itu adalah, Kau, Dia dan Aku !!!
Rabu, 27 Oktober 2010
Pukul 17:20
di Baitul El-Fath, Gegerkiara 20
Sejarah besar selalu di bangun oleh para PEMUDA. Siapa yang bersumpah menyatukan Nusantara? Gajah Mada, pemuda yang mengucapkan sumpah Palapa-nya. Di sejarah negeri ini tidak mengenal adanya Sumpah orang tua, adanya ’Sumpah Pemuda’, 1908. Di kamar mungil, seorang mahasiswa bermimpi akan kemerdekaan bangsanya. 20 tahun kemudian impiannya baru tercapai. Siapa pemuda itu? Soekarno, Presiden kita. Hatta yang bersumpah ”tidak akan menikah sampai indonesia merdeka”. Dan, kejatuhan setiapa rezim, selalu di motori kumpulan Pemuda. Bangsa ini di gerakkan oleh pikiran-pikiran besar anak-anak negerinya. Terlalu banyak bila kita harus menyebutkan satu persatu pemuda-pemuda terbaik bangsa ini. Lalu bagaimana dengan kita???
65 tahun kita merdeka secara fisik. Semua itu hasil dari kerja keras dan pikiran-pikiran besar pemuda ”kemerdekaan”. Mereka telah menyelesaikan tugasnya pada zamannya. Menyatukan anak-anak negeri. Memberontak atas kebebasan bangsa.Tapi, kita belum merdeka seutuhnya. Dan tugas kita lah untuk menyelesaikannya. Untuk itu di perlukan pemuda-pemuda yang berpikir dan berjiwa besar, serta berjiwa militan.
Pemuda Militan, bukan berarti kita mengangkat senjata atau teroris. Dalam buku The Celestial Management dapat di maknai sebagai orang yang memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan apa yang di yakininya. Bahkan dia siap mengorbankan harta dan jiwanya. Siapa yang meragukan militansi Bung Karno, Bung Hatta dan kawan-kawan? Mereka korbankan apapun untuk mengusir penjajah. Daya juang mereka tak habis di makan usia. Dan kita tak pernah lupa bagaimana jenderal kita, Sudirman. Walaupun dalam keadaan sakit dan harus ditandu. Beliau tetap memimpin gerilya. PENYAKIT takluk oleh ambisi perjuangannya untuk merdeka.
Minimal, ada tiga ciri yang dapat diidentifikasi pemuda militan. Pertama, sebagai aktivis yang selalu pro-aktif. Saat melihat problem yang ada. Segera menyelasaikanya secepat dan setepat mungkin. Kita semakin jarang melihat para aktivis sejati. Kedua, aktivis yang memiliki militansi tinggi takkan pernah berhenti berjuang. Kemenangan itu melalui proses panjang. Itu yang diyakininya. Ketiga, memiliki jiwa strong leadership ( kepemimpinan kuat) dan visioner. Dengan itu ia dapat menentang intervensi yang merugikan rakyat. Hanya seorang pemimpin visioner yang mampu melihat masa depan, fokus, konsisten, dan ber-orientasi pada hasil.
Pemuda militan adalah sebuah keniscayaan bagi bangsa ini. Bila bangsa yang besar ini ingin terkenang sebagai ’Peradaban maha Dahsyat pada abad 21-22’. Tertawalah bagi yang ingin tertawa atas tulisan saya ini.
Mari kita jujur. Perbaikan atau revolusi bidang apa sih yang di perlukan negeri kita ini? Agar minimal bangsa ini ’sebesar’ China dan India ( Bharat ) saat ini dan kedepannya. Secara otomatis kita akan segera terpikir dalam bidang politik, ekonomi, militer, sosial-budaya, iptek dan lain-lain. Inilah amanah yang harus diselesaikan oleh pemuda militan.
Sejenak, ada yang menanyakan. Siapa pemuda militan itu?
Mereka ada disini. Mereka bersama kita. Mereka ada di sekeliling kita. Sampai-sampai kita tidak sadar mereka ada di dekat kita. Mungkin saja yang membaca tulisan ini. Pemuda militan itu adalah, Kau, Dia dan Aku !!!
Rabu, 27 Oktober 2010
Pukul 17:20
di Baitul El-Fath, Gegerkiara 20
Kata Mutiara Al Makmun, Khalifah Abbasiyah
Sesungguhnya manusia itu menjadi lebih baik lantaran akalnya. Andaikata bukan karena itu maka tidak ada bedanya antara dagng yang satu dengan daging yang laindan antara darah yang satu dengan darah yang lain.
Para penjahat itu berharap aku memaafkan mereka agar hilang rasa takut mereka, dan agar kebahagian masuk ke dalam hati mereka.
Bagiku menang dalam adu argument lebih kusukai daripada menang dalam adu kekuatan karena kemenangan dengan kekuatan akan lenyap bersama lenyapnya kekuatan. Sedangkan, kemengan dalam argument tidak bisa dilenyapkan oleh apa pun.
Barangsiapa yang tidak mengharagai niat baikmu maka dia tidak akan mesyukuri perbuatan baikmu.
Alangkah buruknya orang yang bersikeras untuk mencapai kekuasaan. Lebih buruk dari itu adalah kejengkelan para hakimsebelum dia memahami suatu perkara dengan jelas. Lebih buruk dari itu adalah kepicikan para ahli fikih tentang agama. Lebih buruk dari itu adalah kekikiran orang kaya, serta sendau gurau orang tua, kemalasan anak muda, dan pengkhianatan seseorang yang berada di medan perang.
Orang yang paling zalim kepada dirinya sendiri adalah orang yang mendekat kepada orang yang menjauhinya, merendahkan diri kepada orang yang tidak menghormatinya, dan menerima pujian dari orang yang tidak mengenalnya.
Demi Allah, sesungguhnya aku merasakan kenikmatan ketika aku memaafkan manusia hingga aku khawatir maaf yang kuberikan itu semata rasa nikmat tersebut sehingga aku tidak mendapatkan pahala dari Allah. Andaikata manusia tahu bahwa aku mencintai maaf, mereka pasti akan mendekati dengan kesalahan.
Catur dapat menajamkan pikiran
Lagu yang paling merdu adalah lagu yang membuat pendengarnya senang dan gembra, baik lagu itu benar atau salah.
Tidak ada satu kesulitan pun yang menimpaku, kecuali disebabkan kejahatan para pejabat.
Tidak ada penjelajahan yang lebih indah daripada menjelajahi alam pikiran manusia
Sungguh meletihkan siasat seseorang yang apabila dia maju maka maksudnya adalah untuk mundur, dan apabila dia mundur maka maksudnya adalah untuk maju.
Sebaik-baiknya tempat duduk (majelis) adalah yang bisa memandang manusia.
Manusia itu ada 3 macam. Pertama, manusia yang seperti makanan. Ia harus dimakan dalam kondisi apapun. Kedua, manusia yang seperti obat. Dia dibutuhkan ketika sedang sakit. Ketiga, manusia yang seperti penyakit. Ia disukai sepanjang zaman.
Para penjahat itu berharap aku memaafkan mereka agar hilang rasa takut mereka, dan agar kebahagian masuk ke dalam hati mereka.
Bagiku menang dalam adu argument lebih kusukai daripada menang dalam adu kekuatan karena kemenangan dengan kekuatan akan lenyap bersama lenyapnya kekuatan. Sedangkan, kemengan dalam argument tidak bisa dilenyapkan oleh apa pun.
Barangsiapa yang tidak mengharagai niat baikmu maka dia tidak akan mesyukuri perbuatan baikmu.
Alangkah buruknya orang yang bersikeras untuk mencapai kekuasaan. Lebih buruk dari itu adalah kejengkelan para hakimsebelum dia memahami suatu perkara dengan jelas. Lebih buruk dari itu adalah kepicikan para ahli fikih tentang agama. Lebih buruk dari itu adalah kekikiran orang kaya, serta sendau gurau orang tua, kemalasan anak muda, dan pengkhianatan seseorang yang berada di medan perang.
Orang yang paling zalim kepada dirinya sendiri adalah orang yang mendekat kepada orang yang menjauhinya, merendahkan diri kepada orang yang tidak menghormatinya, dan menerima pujian dari orang yang tidak mengenalnya.
Demi Allah, sesungguhnya aku merasakan kenikmatan ketika aku memaafkan manusia hingga aku khawatir maaf yang kuberikan itu semata rasa nikmat tersebut sehingga aku tidak mendapatkan pahala dari Allah. Andaikata manusia tahu bahwa aku mencintai maaf, mereka pasti akan mendekati dengan kesalahan.
Catur dapat menajamkan pikiran
Lagu yang paling merdu adalah lagu yang membuat pendengarnya senang dan gembra, baik lagu itu benar atau salah.
Tidak ada satu kesulitan pun yang menimpaku, kecuali disebabkan kejahatan para pejabat.
Tidak ada penjelajahan yang lebih indah daripada menjelajahi alam pikiran manusia
Sungguh meletihkan siasat seseorang yang apabila dia maju maka maksudnya adalah untuk mundur, dan apabila dia mundur maka maksudnya adalah untuk maju.
Sebaik-baiknya tempat duduk (majelis) adalah yang bisa memandang manusia.
Manusia itu ada 3 macam. Pertama, manusia yang seperti makanan. Ia harus dimakan dalam kondisi apapun. Kedua, manusia yang seperti obat. Dia dibutuhkan ketika sedang sakit. Ketiga, manusia yang seperti penyakit. Ia disukai sepanjang zaman.
Sabtu, 19 Maret 2011
Malam Inspirasi
Malam ini ku merasa gundah. Entah, gundah itu muncul begitu aja. Rasanya BETE. Berbicara dengan siapun. Sejak tadi siang !!!
Kegundahan itu hilang. Sebabnya ada pencerahan yang luarbiasa dari seseorang. Yang baru ku kenal. Baru akrab. Dan rasanya seperti kakakku sendiri. Yang mengerti tentang aku. Jujur, baru kali ini aku terbuka dengan orang lain. Dia termasuk.
Katanya,” Persiapkan dari sekarang agar hal yg imad takutkan tidak terjadi. Imad kan suka nulis dan bisnis. Kembangkan dari sekarang. Jangan melihat mereka yg menurut imad gagal. Tapi lihat lebih banyak ikhwah yg berhasil setelah kuliah. Yang gagal bagian yg harus dipelajari. Yang berhasil bagian yg harus diteladani. Imad punya jalannya sendiri. Dan semuanya ditentukan saat ini. Buang kebingungan …
Ambilah optimis … Terus belajar …”
Ada semacam motivasi dari kata-kata itu. yang membuatku makin mengerti. Apa yang harus kulakukan.” Bila sekarang kamu bingung, maka masa depanmu juga akan bingung.” Katanya. Sebuah pernyataan yang sangat mengena, menghujam ke dada. Malam ini aku mendapatkan kacamata baru, persepsi baru.
Walaupun banyak kita habiskan dalam ejekan demi ejekan. Tapi, menyenangkan. Seluruh masalahku perlahan hilang. Kata yang besar. Hebat.
Dan ku katakan impianku yang besar. Impian untuk syahid di Jalan Allah. Insyaallah terkabul do’aku. Aamiin. Dan jalan Jihad adalah jalan yang paling indah. Jalan para kelompok kecil dari bagian kecil umat ini.
Thanks for “kawan”…
^_^
Kamis, 23:00
13 Januari 2011…
Gegerkiara 20, Sukasari, bandung…
Kegundahan itu hilang. Sebabnya ada pencerahan yang luarbiasa dari seseorang. Yang baru ku kenal. Baru akrab. Dan rasanya seperti kakakku sendiri. Yang mengerti tentang aku. Jujur, baru kali ini aku terbuka dengan orang lain. Dia termasuk.
Katanya,” Persiapkan dari sekarang agar hal yg imad takutkan tidak terjadi. Imad kan suka nulis dan bisnis. Kembangkan dari sekarang. Jangan melihat mereka yg menurut imad gagal. Tapi lihat lebih banyak ikhwah yg berhasil setelah kuliah. Yang gagal bagian yg harus dipelajari. Yang berhasil bagian yg harus diteladani. Imad punya jalannya sendiri. Dan semuanya ditentukan saat ini. Buang kebingungan …
Ambilah optimis … Terus belajar …”
Ada semacam motivasi dari kata-kata itu. yang membuatku makin mengerti. Apa yang harus kulakukan.” Bila sekarang kamu bingung, maka masa depanmu juga akan bingung.” Katanya. Sebuah pernyataan yang sangat mengena, menghujam ke dada. Malam ini aku mendapatkan kacamata baru, persepsi baru.
Walaupun banyak kita habiskan dalam ejekan demi ejekan. Tapi, menyenangkan. Seluruh masalahku perlahan hilang. Kata yang besar. Hebat.
Dan ku katakan impianku yang besar. Impian untuk syahid di Jalan Allah. Insyaallah terkabul do’aku. Aamiin. Dan jalan Jihad adalah jalan yang paling indah. Jalan para kelompok kecil dari bagian kecil umat ini.
Thanks for “kawan”…
^_^
Kamis, 23:00
13 Januari 2011…
Gegerkiara 20, Sukasari, bandung…
Intelejen
Beberapa hari ini aku membaca buku sejarah perang. Selama ku amati, ada begitu banyak hikmah yang didapat. Mereka yang memenangkan perang memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan lawannya. Ada yang lebih dalam intelejennya, inovasi persenjataan, manajemen militernya, dan semangat pasukannya. Sebuah fakta yang harus kita telaah lebih dalam lagi.
Kemaren ku membaca buku tentang intelejen yahudi. Ada sesuatu yang membuatku tergelitik. Oleh semua muslihat mereka untuk menang mendirikan Israel Raya. Pada tahun 50-an, mereka memiliki agen sebanyak 12.000 orang, sekarang tak tau berapa jumlah agen mereka? Bila aku boleh mengagumi. Maka aku kagum dengan semua usaha dan kecerdikan mereka. Ada seorang intelejen. Yang sampai tanggal dan tempat lahirnya tak diketahui. Rahasia yang dijaga sampai mati.
Intelejen merupakan alat yang digunakan dalam memenangkan perang. Kerajaan – kerajaan besar senantiasa menggunakan tenaga para intelejen untuk mengumpulkan informasi musuh. Sampai sekarang Negara-negara maju senantiasa menggunakan mereka. Bahkan, sampai dibuat sebuah lembaga tersendiri seperti FBI, MOSSAD, KABIN, dll.
Di PKM UPI
Pikiran yang dipenuhi pikiran
16:21
Jum’at, 7 Januari 2011.
Kampus Bumi Siliwangi
Kemaren ku membaca buku tentang intelejen yahudi. Ada sesuatu yang membuatku tergelitik. Oleh semua muslihat mereka untuk menang mendirikan Israel Raya. Pada tahun 50-an, mereka memiliki agen sebanyak 12.000 orang, sekarang tak tau berapa jumlah agen mereka? Bila aku boleh mengagumi. Maka aku kagum dengan semua usaha dan kecerdikan mereka. Ada seorang intelejen. Yang sampai tanggal dan tempat lahirnya tak diketahui. Rahasia yang dijaga sampai mati.
Intelejen merupakan alat yang digunakan dalam memenangkan perang. Kerajaan – kerajaan besar senantiasa menggunakan tenaga para intelejen untuk mengumpulkan informasi musuh. Sampai sekarang Negara-negara maju senantiasa menggunakan mereka. Bahkan, sampai dibuat sebuah lembaga tersendiri seperti FBI, MOSSAD, KABIN, dll.
Di PKM UPI
Pikiran yang dipenuhi pikiran
16:21
Jum’at, 7 Januari 2011.
Kampus Bumi Siliwangi
8 Nasehat Donald J. Trump
Kelilingi Diri anda dengan Keindahan
5 aspek terpenting yang harus dipertimbangkan saat membuka usaha kecil untuk visi global :
1. Kenali pasar.
2. Lakukan riset.
3. Percayai naluri.
4. Bersiaplah bekerja setiap hari dengan kapasitas 100%.
5. Jangan pernah menyerah. Beersikaplah tegar dan gigih.
Keindahan adalah hadiah bagi mereka yang bekerja keras.
Jika anda terus bersentuhan dengan target anda, dengan menvisualisasikan target tersebut, kemungkinan besar target itu akan terwujud dengan indah.
Jika anda membutuhkan bantuan orang lain, buat daftar siapakah mereka dan bagaimana anda dapat menghubungi mereka. Jika membutuhkan pengetahuan, pelatihan, atau kualifikasi tambahan, identifikasikanlah.
Rancanglah rencana mendetail dan terapkan secara sistematis. Buatlah sebuah rencana cadangan yang dapat anda gunakan jika upaya pertama gagal.
Negosiasi Untuk Menang
Jika anda ingin mengetahui yang sebenarnya, cobalah untuk memangkas agen dan langsung ke pemilik.
Saya percaya bahwa kunci menuju kesepakatan adalah persuasi, bukan kekuasaan. Persuasi adalah bentuk tertinggi diplomasi – kemampuan meyakinkan orang untuk menerima gagasan anda. Jangan paksa orang untuk menerima gagasan anda, karena itu hanya akan membawa kepada bencana.
Buatlah orang mengira bahwa putusan itu adalah milik mereka, sehingga mereka merasa memiliki kekuasaan dan kendali lebih besar.
Tujuan anda adalah membuat lawan merasa sebagai mitra, bukan korban.
Presentasikan ide anda dengan cara yang tidak akan mengintimidasi lawan atau membuat mereka merasa dipaksa menyerah.
Dalam negosiasi yang sukses, semua pihak seharusnya merasa puas.
Inti negosiasi adalah persiapan. Negosiasi bukanlah sebuah proses misterius, proses ini dapat menyenangkan.
Ingat aturan utama negosiasi : Pemilik emas adalah pihak yang memegang kendali.
Untuk lebih jelasnya baca bab Negosiasi untuk Menang pada halaman 125.
Bekerja dengan Orang – orang yang Anda Sukai
Manajemen menjadi jauh lebih mudah jika anda berhati-hati memilih karyawan dan rekanan anda.
Beri teladan, anda pasti akan menjadi magnet bagi orang yang tepat. Ituah cara terbaik untuk bekerja sama dengan orang yang anda sukai.
Para pemimpin yang baik menentukan tim yang mereka bangun.
Jika anda memilih pemain terbaik dan menjadi teladan, tahun – tahun ke depan akan cerah.
Bayangkan bisnis anda sebagai sebuah tim dan setiap karyawan sebagai anggota tim yang memiliki peran khusus. Lalu, tentukan masing-masing peran itu.
Rakit sebuah grup inti di sekeliling anda; ciptakan sebuah tim hebat. Isi grup itu dengan orang – orang yang unggul dalam peran mereka, yang memahami kebutuhan perusahaan dan yang anda sukai.
Sadarilah bahwa setiap karyawan baru adalah sebuah perjudian. Latar belakang meyakinkan tidak menjamin karyawan tersebut akan menunjukkan kinerja bagus. Tapi kadang demikianlah adanya.
Di mana ada Kemauan, Di situ ada Kemenangan
Biarkanlah sikap positif menonjol dengan bersikap gigih secara positif.
Tetap positif setiap hari. Jika tidak, semua orang akan berpendapat bahwa anda tidak akan sukses.
Percaya pada diri sendiri, pancarkan kepercayaan diri, dan salip pesaing anda. Proyeksikan diri anda dalam gambaran mereka dan ganggu status quo mereka.
Lepaskan diri dari zona nyaman anda dengan bergerak maju dengan kekuatan dan momentum yang diciptakan pikiran positif.
Melawan Arus
Jangan takut mengambil resiko, lakukan apa yang anda cintai, dan desain jalan anda sendiri.
Tanyakan pada diri sendiri apakah yang sedang dilakukan saat ini adalah sesuatu yang anda inginkan dan memang tepat bagi anda.
Ukur diri anda dengan membandingkan perasaan, ambisi, kebutuhan, dan tujuan anda sendiri, bukan orang lain.
Abaikan ekspektasi orang lai. Pertahankan pilihan anda di hadapan teman, keluarga, guru, kolega, dan mereka yangmengira lebih tau apa yang terbaik bagi anda. Manfaatkan energy anda sendiri.
Uang Tidak selalu Menjadi Segalanya
Uang dapat menjadi rapor, tapi bukan nilai akhir.
Pandang uang sebagai bagian dari imbalan keberhasilan.
Saya percaya bahwa jika tetap setia pada keyakinan kita dan bekerja dengan tekun, kebaikan akan datang.
Pertimbangakan nilai penting hidup anda dalam hal kontribusi dan pemenuhan kepuasan anda.
Kerjakan proyek yang akan membuat anda merasa bangga dan yang akan memberi kepuasan. Buatlah pekerjaan anda memiliki makna bagi sebanyak – banyaknya aspek, termasuk memberi dan membantu orang lain.
Kenakan biaya sesuai nilai anda. Jika anda memang bagus, mintalah biaya yang sesuai. Imbangi biaya anda dengan kualitas yang diberikan dan cobalah menjadi orang dengan bayaran tertinggi.
Belajar itu Menyenangkan
Jangan pernah memandang pembelajaran sebagai sebuah beban atau tugas. Belajar mungkin membutuhkan kedisiplinan, tapi belajar juga dapat menjadi sebuah petualangan yang merangsang dan menggairahkan.
Buatlah daftar dan pelajari bidang yang mungkin menjadi titik lemah anda atau mungkin ingin anda ketahui. Lihat topik – topik yang selalu anda hindari atau yang berada di luar bidang keahlian anda.
Tidak ada yang lebih dibenci orang dari pada seseorang yang selalu pamer pengetahuan. Lama – kelamaan orang akan berhenti mendengarkan, namun mereka tidak akan pernah lupa bahwa orang tersebut sungguh membosankan.
Melihat Secara Menyeluruh
Bersiaplah untuk perubahan.
Kelilingi diri anda dengan orang – orang terbaik, data masukan mereka, dan dengarkan saran mereka.
Pasang target untuk menciptakan sebuah bisnis yang akan menjadi sebuah kesuksesan untuk bertahun-tahun.
Perkuat kelemahan anda, isi kekosongan anda, dan jelajahi bidang baru. Tapi jangan abaikan atau membiakan kekuatanyang sudah ada terkikis.
Jangan stagnan, berpuas diri, atau terlena, sesukses apa pun anda. Sikap setengah-setengah tidaklah cukup; klien dan pelanggan anda layak mendapatkan lebih – mereka layak mendapatakan yang terbaik dari anda.
5 aspek terpenting yang harus dipertimbangkan saat membuka usaha kecil untuk visi global :
1. Kenali pasar.
2. Lakukan riset.
3. Percayai naluri.
4. Bersiaplah bekerja setiap hari dengan kapasitas 100%.
5. Jangan pernah menyerah. Beersikaplah tegar dan gigih.
Keindahan adalah hadiah bagi mereka yang bekerja keras.
Jika anda terus bersentuhan dengan target anda, dengan menvisualisasikan target tersebut, kemungkinan besar target itu akan terwujud dengan indah.
Jika anda membutuhkan bantuan orang lain, buat daftar siapakah mereka dan bagaimana anda dapat menghubungi mereka. Jika membutuhkan pengetahuan, pelatihan, atau kualifikasi tambahan, identifikasikanlah.
Rancanglah rencana mendetail dan terapkan secara sistematis. Buatlah sebuah rencana cadangan yang dapat anda gunakan jika upaya pertama gagal.
Negosiasi Untuk Menang
Jika anda ingin mengetahui yang sebenarnya, cobalah untuk memangkas agen dan langsung ke pemilik.
Saya percaya bahwa kunci menuju kesepakatan adalah persuasi, bukan kekuasaan. Persuasi adalah bentuk tertinggi diplomasi – kemampuan meyakinkan orang untuk menerima gagasan anda. Jangan paksa orang untuk menerima gagasan anda, karena itu hanya akan membawa kepada bencana.
Buatlah orang mengira bahwa putusan itu adalah milik mereka, sehingga mereka merasa memiliki kekuasaan dan kendali lebih besar.
Tujuan anda adalah membuat lawan merasa sebagai mitra, bukan korban.
Presentasikan ide anda dengan cara yang tidak akan mengintimidasi lawan atau membuat mereka merasa dipaksa menyerah.
Dalam negosiasi yang sukses, semua pihak seharusnya merasa puas.
Inti negosiasi adalah persiapan. Negosiasi bukanlah sebuah proses misterius, proses ini dapat menyenangkan.
Ingat aturan utama negosiasi : Pemilik emas adalah pihak yang memegang kendali.
Untuk lebih jelasnya baca bab Negosiasi untuk Menang pada halaman 125.
Bekerja dengan Orang – orang yang Anda Sukai
Manajemen menjadi jauh lebih mudah jika anda berhati-hati memilih karyawan dan rekanan anda.
Beri teladan, anda pasti akan menjadi magnet bagi orang yang tepat. Ituah cara terbaik untuk bekerja sama dengan orang yang anda sukai.
Para pemimpin yang baik menentukan tim yang mereka bangun.
Jika anda memilih pemain terbaik dan menjadi teladan, tahun – tahun ke depan akan cerah.
Bayangkan bisnis anda sebagai sebuah tim dan setiap karyawan sebagai anggota tim yang memiliki peran khusus. Lalu, tentukan masing-masing peran itu.
Rakit sebuah grup inti di sekeliling anda; ciptakan sebuah tim hebat. Isi grup itu dengan orang – orang yang unggul dalam peran mereka, yang memahami kebutuhan perusahaan dan yang anda sukai.
Sadarilah bahwa setiap karyawan baru adalah sebuah perjudian. Latar belakang meyakinkan tidak menjamin karyawan tersebut akan menunjukkan kinerja bagus. Tapi kadang demikianlah adanya.
Di mana ada Kemauan, Di situ ada Kemenangan
Biarkanlah sikap positif menonjol dengan bersikap gigih secara positif.
Tetap positif setiap hari. Jika tidak, semua orang akan berpendapat bahwa anda tidak akan sukses.
Percaya pada diri sendiri, pancarkan kepercayaan diri, dan salip pesaing anda. Proyeksikan diri anda dalam gambaran mereka dan ganggu status quo mereka.
Lepaskan diri dari zona nyaman anda dengan bergerak maju dengan kekuatan dan momentum yang diciptakan pikiran positif.
Melawan Arus
Jangan takut mengambil resiko, lakukan apa yang anda cintai, dan desain jalan anda sendiri.
Tanyakan pada diri sendiri apakah yang sedang dilakukan saat ini adalah sesuatu yang anda inginkan dan memang tepat bagi anda.
Ukur diri anda dengan membandingkan perasaan, ambisi, kebutuhan, dan tujuan anda sendiri, bukan orang lain.
Abaikan ekspektasi orang lai. Pertahankan pilihan anda di hadapan teman, keluarga, guru, kolega, dan mereka yangmengira lebih tau apa yang terbaik bagi anda. Manfaatkan energy anda sendiri.
Uang Tidak selalu Menjadi Segalanya
Uang dapat menjadi rapor, tapi bukan nilai akhir.
Pandang uang sebagai bagian dari imbalan keberhasilan.
Saya percaya bahwa jika tetap setia pada keyakinan kita dan bekerja dengan tekun, kebaikan akan datang.
Pertimbangakan nilai penting hidup anda dalam hal kontribusi dan pemenuhan kepuasan anda.
Kerjakan proyek yang akan membuat anda merasa bangga dan yang akan memberi kepuasan. Buatlah pekerjaan anda memiliki makna bagi sebanyak – banyaknya aspek, termasuk memberi dan membantu orang lain.
Kenakan biaya sesuai nilai anda. Jika anda memang bagus, mintalah biaya yang sesuai. Imbangi biaya anda dengan kualitas yang diberikan dan cobalah menjadi orang dengan bayaran tertinggi.
Belajar itu Menyenangkan
Jangan pernah memandang pembelajaran sebagai sebuah beban atau tugas. Belajar mungkin membutuhkan kedisiplinan, tapi belajar juga dapat menjadi sebuah petualangan yang merangsang dan menggairahkan.
Buatlah daftar dan pelajari bidang yang mungkin menjadi titik lemah anda atau mungkin ingin anda ketahui. Lihat topik – topik yang selalu anda hindari atau yang berada di luar bidang keahlian anda.
Tidak ada yang lebih dibenci orang dari pada seseorang yang selalu pamer pengetahuan. Lama – kelamaan orang akan berhenti mendengarkan, namun mereka tidak akan pernah lupa bahwa orang tersebut sungguh membosankan.
Melihat Secara Menyeluruh
Bersiaplah untuk perubahan.
Kelilingi diri anda dengan orang – orang terbaik, data masukan mereka, dan dengarkan saran mereka.
Pasang target untuk menciptakan sebuah bisnis yang akan menjadi sebuah kesuksesan untuk bertahun-tahun.
Perkuat kelemahan anda, isi kekosongan anda, dan jelajahi bidang baru. Tapi jangan abaikan atau membiakan kekuatanyang sudah ada terkikis.
Jangan stagnan, berpuas diri, atau terlena, sesukses apa pun anda. Sikap setengah-setengah tidaklah cukup; klien dan pelanggan anda layak mendapatkan lebih – mereka layak mendapatakan yang terbaik dari anda.
Mari Kita Buang Baju Keluguan !!!
Bila aku membaca buku. Buku sejarah kita. Umat Islam. Aku mendapati musuh-musuh kita sangat licik. Oleh karena itu kita harus cerdik menghadapi mereka. Bila mereka seperti ular, maka kita harus seperti belut yang licin. Yang sulit di tangkap. Kita harus cerdik menggunakan segala trik untuk menghadapi mereka.
Sempat terpikir olehku untuk menggunakan segala cara. Untuk mencapai kebesar dan kejayaan Islam. Dan kalau perlu kita harus punya intelejen yang masuk ke sistem mereka. Menghancurkan semua agenda mereka. Kita masuk agar kita tau informasi-informasi yang berbahaya terhadap kita.
Setiap kali aku membaca buku-buku tentang kondisi kita. Aku menangis. Kenapa kita begini?
Konspirasi mereka kuat! Masuk kelini-lini kita. Tapi, ku yakin kita bisa mengalahkan mereka dengan muah. Dengan keyakinan yang besar. Kita bisa ! kita punya ideologi buatan Allah yang takkan kalah oleh zaman. Kita punya cara-cara baru yang akan memporak-porandakan ke-thagut-an mereka.
Kita harus mem biasakan berpikir dan bertindak. Kita harus punya tradisi ini. Kita harus memiliki trik-trik yang tak mudah dibaca musuh-musuh kita. Kita harus masuk kedalam wajihah-wajihah mereka. Kita akan kuasai dunia ini. Dengan apa yang kita pikirkan. Aku yakin kita mampu. Insyaallah.
Akhi, mari kita buang baju keluguan kita. Mari kita lebih cerdik. Lebih licin dari yang mereka duga. Lebih halus dari prasangka mereka. Sangat cerdas, sehingga anggapan mereka salah dengan sangat nyata. Kita buat baju keluguan yang selama ini terpakai. Kita harus mampu melakukan ini. Apapun yang terjadi.
Saatnya kita buang baju keluguan
Mari kita pakai baju kecerdikan
Mari kita gunakan segala cara untuk kejayaan agama
Yang lahir dari Allah, Tuhan semesta.
17:17
Jum’at, 31 Desember 2010
Di Baitu Elfath
Bandung....
Sempat terpikir olehku untuk menggunakan segala cara. Untuk mencapai kebesar dan kejayaan Islam. Dan kalau perlu kita harus punya intelejen yang masuk ke sistem mereka. Menghancurkan semua agenda mereka. Kita masuk agar kita tau informasi-informasi yang berbahaya terhadap kita.
Setiap kali aku membaca buku-buku tentang kondisi kita. Aku menangis. Kenapa kita begini?
Konspirasi mereka kuat! Masuk kelini-lini kita. Tapi, ku yakin kita bisa mengalahkan mereka dengan muah. Dengan keyakinan yang besar. Kita bisa ! kita punya ideologi buatan Allah yang takkan kalah oleh zaman. Kita punya cara-cara baru yang akan memporak-porandakan ke-thagut-an mereka.
Kita harus mem biasakan berpikir dan bertindak. Kita harus punya tradisi ini. Kita harus memiliki trik-trik yang tak mudah dibaca musuh-musuh kita. Kita harus masuk kedalam wajihah-wajihah mereka. Kita akan kuasai dunia ini. Dengan apa yang kita pikirkan. Aku yakin kita mampu. Insyaallah.
Akhi, mari kita buang baju keluguan kita. Mari kita lebih cerdik. Lebih licin dari yang mereka duga. Lebih halus dari prasangka mereka. Sangat cerdas, sehingga anggapan mereka salah dengan sangat nyata. Kita buat baju keluguan yang selama ini terpakai. Kita harus mampu melakukan ini. Apapun yang terjadi.
Saatnya kita buang baju keluguan
Mari kita pakai baju kecerdikan
Mari kita gunakan segala cara untuk kejayaan agama
Yang lahir dari Allah, Tuhan semesta.
17:17
Jum’at, 31 Desember 2010
Di Baitu Elfath
Bandung....
Dhiya, Adekku
Sore ini aku mendapatkan SMS dari adikku tersayang, Dhiya. Gadis SMA kelas 1 di Balikpapan. Adikku yang pandangan hidupnya melampaui teman-teman sezamannya. Gadis kecil yang selalu ada dalam hatiku.
”Kita sebagai manusia terkadang mempunyai impian yang besar tetapi takut untuk mencapainya. Semangat itu masih terkalahkan oleh ketakutan! Rasa takut, kelemahan, ketidakpercayaan diri terkadang menyiksa! Tetapi yang bisa kami lanjutkan hanya diam. Bingung apa yang harus dilakukan untuk dapat merubah itu semua! (bisa bangkit). Itulah keadaan kami sekarang. Bantulah saudaramu ini untuk keluar dari keterpurukan. (from: salah satu rintihan rintihan rakyat yang baru ingin mengenal apa arti hidup!).” (06: 45, 07 Desember 2010).
Dia meminta saran padaku. Bagaimana caranya? Ku jawab dengan SMS.
”Selain memilki IMPIAN. Milikilah TEKAD. Dan semangat untuk TERUS BELAJAR. Serta, beranilah GAGAL agar kau dapat KEMENANGAN.”
”Jadilah DIRIMU SEDIRI. Kau memiliki KEUNIKAN INDIVIDU. Temukanlah hal itu. Apa yang menenangkan dan kau sukai, ITULAH KAMU.”
Selain itu aku punya beberapa pandangan. Kita jangan sama, kita punya ciri KHAS. Jangan sama dengan saudara, ayah, ibu, atau siapapun. Kita tidak harus sama bidang apa yang kita minati. Karena kita punya pandangan tersendiri. Bila bidangnya sama, juga boleh. Tapi, jangan sama dalam kapasitas. Kapasitaskita harus lebih.
Aku punya teori TIDAK SAMA. Ini intinya.
Apalah gunanya kita sama. Itu tidak menarik dan tidak dinamis. Kita harus berpikir mulai sekarang. Mari kita menghargai ketidaksamaan pandangan tau kapasitas. Kita berbicara persatuan. Perbedaan itu baik untuk melahirkan kreativitas dan inovasi hidup. Bila Ayahmu pengusaha, lalu dirimu juga mau jadi pengusaha. Jadilah pengusaha yang lebih besar. Bila sama, kamu belum sukses. Dan kamu tidak memilki jiwa dinamis. Inilah hidup.
Impian adalah awal. Selanjutnya ditentukan dari SEKERAS apa KEPALA kita dalam merealisasikan Impian dalam dunia nyata.
”Kita sebagai manusia terkadang mempunyai impian yang besar tetapi takut untuk mencapainya. Semangat itu masih terkalahkan oleh ketakutan! Rasa takut, kelemahan, ketidakpercayaan diri terkadang menyiksa! Tetapi yang bisa kami lanjutkan hanya diam. Bingung apa yang harus dilakukan untuk dapat merubah itu semua! (bisa bangkit). Itulah keadaan kami sekarang. Bantulah saudaramu ini untuk keluar dari keterpurukan. (from: salah satu rintihan rintihan rakyat yang baru ingin mengenal apa arti hidup!).” (06: 45, 07 Desember 2010).
Dia meminta saran padaku. Bagaimana caranya? Ku jawab dengan SMS.
”Selain memilki IMPIAN. Milikilah TEKAD. Dan semangat untuk TERUS BELAJAR. Serta, beranilah GAGAL agar kau dapat KEMENANGAN.”
”Jadilah DIRIMU SEDIRI. Kau memiliki KEUNIKAN INDIVIDU. Temukanlah hal itu. Apa yang menenangkan dan kau sukai, ITULAH KAMU.”
Selain itu aku punya beberapa pandangan. Kita jangan sama, kita punya ciri KHAS. Jangan sama dengan saudara, ayah, ibu, atau siapapun. Kita tidak harus sama bidang apa yang kita minati. Karena kita punya pandangan tersendiri. Bila bidangnya sama, juga boleh. Tapi, jangan sama dalam kapasitas. Kapasitaskita harus lebih.
Aku punya teori TIDAK SAMA. Ini intinya.
Apalah gunanya kita sama. Itu tidak menarik dan tidak dinamis. Kita harus berpikir mulai sekarang. Mari kita menghargai ketidaksamaan pandangan tau kapasitas. Kita berbicara persatuan. Perbedaan itu baik untuk melahirkan kreativitas dan inovasi hidup. Bila Ayahmu pengusaha, lalu dirimu juga mau jadi pengusaha. Jadilah pengusaha yang lebih besar. Bila sama, kamu belum sukses. Dan kamu tidak memilki jiwa dinamis. Inilah hidup.
Impian adalah awal. Selanjutnya ditentukan dari SEKERAS apa KEPALA kita dalam merealisasikan Impian dalam dunia nyata.
Kata Mutiara ’Cara Gila jadi Pengusaha’
Perkataan pak Purdie
“Menciptakan masa depan dengan masa depan”
”Kegagalan tidak ada”
”Malas perlu ketekunan”
”kalau dipikir-pikir nggak di buka-buka, Kalau di buka, bakal di pikir.”
”kita sulit memulai karena banyak mikir”
”tidak ada hubungan bisnis dengan krisis global”
”pengusaha adalah berani mencari resiko”
Bisnis itu ada 2 jenis :
1. On bisnis → segera membuka cabang usaha.
2. In Bisnis → di kerjakan sediri terus.
Golongan darah A : pandai keuangan
Golongan darah B : Pandai Marketing
Botol = Berani optimis tenaga orang lain
Bocol = Berani optimis cashflow orang lain
Bodol = Berani optimis duit orang lain
Perkataan Pak jay
Kalau mau poli-bisnis harus punya syarat :
1. Team kuat
2. Manajemen Kuat, kepemimpinan kuat
3. Uang kuat
# pada saat ada orang yang mampu mengembangkan usaha kita.
Saat engkau menyalahkan orang lain atas kebangkrutanmu, sesungguhnya mereka tidak akan membayar utang-utangmu.
Tidak ada 2 jenderal dalam satu perang
Pisahkan rekening pribadi
Pisahkan akunting (kontrol uang) dan kasir ()
”Jangan ada uang menginap.” Dasar pemikiran ini, uang yang di bawa orang biasanya akan habis. Hati-hati dengan uang bisnis. Bila ada uang di orang lain segera ambil !!!
Tegas bukan sadis. (bedakan dengan integritas)
Jangan toleransi dengan kejujuran.
Jangan hanya beli tank, tapi sediakan benteng.
” Enterpreneur bekerja untuk masa depan”
Cara mengatasi kebangkrutan :
1. Rileks / uraikan ( kepada mentor , lalu bila dapat solusi langsung action)
2. Ambil kertas putih (tulis masalah, lalu identifikasikan masalah, corat coret kertas dengan tembakan ide-ide)
”Gunakan MORFIN dalam BISNIS” (Imaduddin bin Saliim)
17:18
Rabu, 24 November 2010
Gegerkiara 20
“Menciptakan masa depan dengan masa depan”
”Kegagalan tidak ada”
”Malas perlu ketekunan”
”kalau dipikir-pikir nggak di buka-buka, Kalau di buka, bakal di pikir.”
”kita sulit memulai karena banyak mikir”
”tidak ada hubungan bisnis dengan krisis global”
”pengusaha adalah berani mencari resiko”
Bisnis itu ada 2 jenis :
1. On bisnis → segera membuka cabang usaha.
2. In Bisnis → di kerjakan sediri terus.
Golongan darah A : pandai keuangan
Golongan darah B : Pandai Marketing
Botol = Berani optimis tenaga orang lain
Bocol = Berani optimis cashflow orang lain
Bodol = Berani optimis duit orang lain
Perkataan Pak jay
Kalau mau poli-bisnis harus punya syarat :
1. Team kuat
2. Manajemen Kuat, kepemimpinan kuat
3. Uang kuat
# pada saat ada orang yang mampu mengembangkan usaha kita.
Saat engkau menyalahkan orang lain atas kebangkrutanmu, sesungguhnya mereka tidak akan membayar utang-utangmu.
Tidak ada 2 jenderal dalam satu perang
Pisahkan rekening pribadi
Pisahkan akunting (kontrol uang) dan kasir ()
”Jangan ada uang menginap.” Dasar pemikiran ini, uang yang di bawa orang biasanya akan habis. Hati-hati dengan uang bisnis. Bila ada uang di orang lain segera ambil !!!
Tegas bukan sadis. (bedakan dengan integritas)
Jangan toleransi dengan kejujuran.
Jangan hanya beli tank, tapi sediakan benteng.
” Enterpreneur bekerja untuk masa depan”
Cara mengatasi kebangkrutan :
1. Rileks / uraikan ( kepada mentor , lalu bila dapat solusi langsung action)
2. Ambil kertas putih (tulis masalah, lalu identifikasikan masalah, corat coret kertas dengan tembakan ide-ide)
”Gunakan MORFIN dalam BISNIS” (Imaduddin bin Saliim)
17:18
Rabu, 24 November 2010
Gegerkiara 20
Kuliah Satu Jam di Warung Ayam Penyet
Hari ini, minggu, 21 November 2010. mendapatkan banyak ilmu tentang hidup yang nilainya tak tertandingi. Bayangkan, hanya membayar Rp 6.500 untuk makan ayam penyet, yang ku dapatkan adalah ilmu-ilmu kehidupan. Mulai makan pukul 09.00 sampai 10.30an. di warung Lesehan ayam penyet, gegerkalong tengah dekat asrama ikhwan PPM Daarut Tauhiid.
Nasehat-nasehatnya luarbiasa. Walaupun ibu pemilik warung hanyalah lulusan sekolah yang tak terlalu tinggi dibanding kita. Beberapa nasehatnya adalah :
1. Jagalah Keuanganmu Sebaik Mungkin. Maksudnya adalah :
a. Atur pengeluaran harianmu. Seteliti mungkin. Dan miliki target pengeluaran. Contoh : target pengeluaran makan untuk sehari adalah Rp 7000. tidak boleh melebihi itu.
b. Tulis tiap pendapatan. Sebaiknya miliki buku pendapatan tersendiri.
c. Segera bagi pada posnya masing-masing. Setiap pendapatan segera bagi sesuai kebutuhan. Contoh : miliki uang kontrakan, uang makan, uang karyawan, uang tabungan. Tiap pos tidak boleh di ganggu gugat.
d. Miliki uang pengembangan diri maupun usaha. Ini dapat di sisihkan tersendiri.
e. Dalam dunia usaha. Utamakan menyisihkan uang untuk kontrakan, karyawan, dan kebutuhan harian usaha. Kalau ada sisa baru kita ambil untuk simpanan. Kita cukup untuk kebutuhan makan.
2. Pikirkan hal negatifnya dulu. Dalam usaha jangan berpikir enaknya dulu, pikirkan negatifnya dulu. Kalau rugi bagaimana? Nah, dari sini kita akan berpikir akan solusinya kedepan.
3. Nekad. Kalau sudah yakin. Lakukanlah !!! dengan yakin dan kerja optimal.
Di manapun kita berada
Di situ ada hikmah/ilmu
Asal kita mau bertanya
Serta tak malu
20 : 55
Ahad, 21 November 2010
Di rumah Peradaban Baitu El Fath
Gegerkalong…
Nasehat-nasehatnya luarbiasa. Walaupun ibu pemilik warung hanyalah lulusan sekolah yang tak terlalu tinggi dibanding kita. Beberapa nasehatnya adalah :
1. Jagalah Keuanganmu Sebaik Mungkin. Maksudnya adalah :
a. Atur pengeluaran harianmu. Seteliti mungkin. Dan miliki target pengeluaran. Contoh : target pengeluaran makan untuk sehari adalah Rp 7000. tidak boleh melebihi itu.
b. Tulis tiap pendapatan. Sebaiknya miliki buku pendapatan tersendiri.
c. Segera bagi pada posnya masing-masing. Setiap pendapatan segera bagi sesuai kebutuhan. Contoh : miliki uang kontrakan, uang makan, uang karyawan, uang tabungan. Tiap pos tidak boleh di ganggu gugat.
d. Miliki uang pengembangan diri maupun usaha. Ini dapat di sisihkan tersendiri.
e. Dalam dunia usaha. Utamakan menyisihkan uang untuk kontrakan, karyawan, dan kebutuhan harian usaha. Kalau ada sisa baru kita ambil untuk simpanan. Kita cukup untuk kebutuhan makan.
2. Pikirkan hal negatifnya dulu. Dalam usaha jangan berpikir enaknya dulu, pikirkan negatifnya dulu. Kalau rugi bagaimana? Nah, dari sini kita akan berpikir akan solusinya kedepan.
3. Nekad. Kalau sudah yakin. Lakukanlah !!! dengan yakin dan kerja optimal.
Di manapun kita berada
Di situ ada hikmah/ilmu
Asal kita mau bertanya
Serta tak malu
20 : 55
Ahad, 21 November 2010
Di rumah Peradaban Baitu El Fath
Gegerkalong…
GAIRAH
Ikutilah GAIRAHMU. Hal yang anda sukai.
Semua hal akan hancur. Kecuali GAIRAH. Uang takkan bisa membeli ketenangan jiwamu. Hanya GAIRAH yang akan mempertahankan eksistensi diri. Ingat, jangan lakukan sesuatu karena uang, tapi karena GAIRAH TERBESARMU.
Gabungan GAIRAH dengan Hobby adalah CINTA. Bila cinta sudah merasuk pada diri seseorang, maka bisnis apapun yang disentuhnya akan MENJADI BINTANG. CINTA membuat seseorang berani, nekad, malu-maluin dalam bisnis. Hal itu, disebabkan cinta ( GAIRAH + HOBBY).
Bisnis itu diciptakan bukan dicari. Dengan GAIRAHlah anda akan sabar dalam proses menciptakannya. Temukan GAIRAHMU. Lakukan dengan sungguh-sungguh. Pecahkan targetmu. Dari target –target pendek agar anda melakukanmya segera !!!
BERGAIRAHlah atas apa yang anda lakukan. Bila tidak ada GAIRAH, tinggalkanlah. Inilah prinsip bisnis dan kesuksesan.
Jadilah diri sendiri. Sesuai karakter diri. Uniklah.
Catatan seminar HIPMI IM TELKOM
17:47
Sabtu, 19 Maret 2011
Gegerkalong,Bandung….
Semua hal akan hancur. Kecuali GAIRAH. Uang takkan bisa membeli ketenangan jiwamu. Hanya GAIRAH yang akan mempertahankan eksistensi diri. Ingat, jangan lakukan sesuatu karena uang, tapi karena GAIRAH TERBESARMU.
Gabungan GAIRAH dengan Hobby adalah CINTA. Bila cinta sudah merasuk pada diri seseorang, maka bisnis apapun yang disentuhnya akan MENJADI BINTANG. CINTA membuat seseorang berani, nekad, malu-maluin dalam bisnis. Hal itu, disebabkan cinta ( GAIRAH + HOBBY).
Bisnis itu diciptakan bukan dicari. Dengan GAIRAHlah anda akan sabar dalam proses menciptakannya. Temukan GAIRAHMU. Lakukan dengan sungguh-sungguh. Pecahkan targetmu. Dari target –target pendek agar anda melakukanmya segera !!!
BERGAIRAHlah atas apa yang anda lakukan. Bila tidak ada GAIRAH, tinggalkanlah. Inilah prinsip bisnis dan kesuksesan.
Jadilah diri sendiri. Sesuai karakter diri. Uniklah.
Catatan seminar HIPMI IM TELKOM
17:47
Sabtu, 19 Maret 2011
Gegerkalong,Bandung….
Pidato Kecilku
Ini hanyalah catatan kecil. Menceritakan saat ku terpilih sebagai Ketua Angkatan 4 HIPMI PT UPI. Pukul 11.00, hari ahad 13 Maret 2011. Saya terpilih sebagai ketua. Padahal pidato awal, hanya sekedarnya. Ini akan ku tuliskan :
Assalamu’alaikum Kawan – Kawan !!!
Perkenalkan nama saya, Muhammad Imaduddin. Mahasiswa Jurusan Sejarah 2010. Berasal dari Kalimantan Timur, Balikpapan. Mimpiku, my Dreams. Menjadi pengusaha Multi-bisnis Internasional. Seperti Richard Branson. Tau Richard Branson? Pengusaha Multi-bisnis asal Inggris yang memiliki 360 perusahaan di seluruh dunia.
Kawan – Kawan !!!
Saya TIDAK PUNYA VISI atau MISI. SAYA TAKKAN MENGATUR ANDA SEMUA. KALIAN BEBAS. Karena INTINYA adalah SIAPA YANG INGIN JADI PENGUSAHA BESAR, MAKA BERPIKIR BESARLAH !!! DAN BERTINDAKLAH SECARA BESAR !!!
SIAPA YANG INGIN JADI PENGUSAHA KECIL, BERPIKIRLAH KECIL DAN BERTINDAKLAH KECIL !!!
Hanya ini HUKUM BAGI KALIAN.
Bukan saya yang membuat anda jadi pengusaha. YANG MEMBUAT ANDA JADI PENGUSAHA adalah DIRI ANDA SENDIRI.
PUTUSKAN SEJAK HARI INI. SIAPA YANG MAU MUNDUR. MUNDURLAH MULAI SAAT INI JUGA !!!
Sekian…
ALLAHU AKBAR !!!
HIDUP PENGUSAHA !!! HIDUP PENGUSAHA !!! HIDUP PENGUSAHA !!!
Saya tulis pada pukul 14:38
Kamis, 17 maret 2011
Di baitu El Fath…
Gegerkiara 20,, bandung…
Assalamu’alaikum Kawan – Kawan !!!
Perkenalkan nama saya, Muhammad Imaduddin. Mahasiswa Jurusan Sejarah 2010. Berasal dari Kalimantan Timur, Balikpapan. Mimpiku, my Dreams. Menjadi pengusaha Multi-bisnis Internasional. Seperti Richard Branson. Tau Richard Branson? Pengusaha Multi-bisnis asal Inggris yang memiliki 360 perusahaan di seluruh dunia.
Kawan – Kawan !!!
Saya TIDAK PUNYA VISI atau MISI. SAYA TAKKAN MENGATUR ANDA SEMUA. KALIAN BEBAS. Karena INTINYA adalah SIAPA YANG INGIN JADI PENGUSAHA BESAR, MAKA BERPIKIR BESARLAH !!! DAN BERTINDAKLAH SECARA BESAR !!!
SIAPA YANG INGIN JADI PENGUSAHA KECIL, BERPIKIRLAH KECIL DAN BERTINDAKLAH KECIL !!!
Hanya ini HUKUM BAGI KALIAN.
Bukan saya yang membuat anda jadi pengusaha. YANG MEMBUAT ANDA JADI PENGUSAHA adalah DIRI ANDA SENDIRI.
PUTUSKAN SEJAK HARI INI. SIAPA YANG MAU MUNDUR. MUNDURLAH MULAI SAAT INI JUGA !!!
Sekian…
ALLAHU AKBAR !!!
HIDUP PENGUSAHA !!! HIDUP PENGUSAHA !!! HIDUP PENGUSAHA !!!
Saya tulis pada pukul 14:38
Kamis, 17 maret 2011
Di baitu El Fath…
Gegerkiara 20,, bandung…
Rabu, 09 Maret 2011
4 Tips sederhana Meningkatkan Profit Bisnis sampai 3 kali lipat dalam 6 bulan atau kurang
1. Sederhanakan bisnis Anda. Gantilah administrasi tradisional menjadi administrasi online. Hal ini bs mengurangi Cost Anda.
2. Ask for more. Jangan cepat puas bila konsumen hanya membeli 1 produk saja, tawarkan produk lain degan margin yang lebih tinggi.
3. Naikan harga barang Anda disertai dgn bonus tambahan yang kelihatan mahal, tetapi bisa dibeli dalam jumlah banyak dengan harga yang murah.
4. Dekati lagi konsumen lama kita. Jauh lebih mudah memberikan penawaran produk kepada konsumen lama dibanding konsumen baru.
Menurut Bong Chandra
2. Ask for more. Jangan cepat puas bila konsumen hanya membeli 1 produk saja, tawarkan produk lain degan margin yang lebih tinggi.
3. Naikan harga barang Anda disertai dgn bonus tambahan yang kelihatan mahal, tetapi bisa dibeli dalam jumlah banyak dengan harga yang murah.
4. Dekati lagi konsumen lama kita. Jauh lebih mudah memberikan penawaran produk kepada konsumen lama dibanding konsumen baru.
Menurut Bong Chandra
Biografi Ibnu Khaldun
Jika kita berbicara tentang seorang cendekiawan yang satu ini, memang cukup unik dan mengagumkan. Sebenarnya, dialah yang patut dikatakan sebagai pendiri ilmu sosial. Ia lahir dan wafat di saat bulan suci Ramadan. Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun.
Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Khaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. Perlawatannya antara Maghrib dan
Andalusia, kemudian antara Maghrib dan negara-negara Timur memberikan hikmah yang cukup besar. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah.
Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Selain itu dalam tugas-tugas yang diembannya penuh dengan berbagai peristiwa, baik suka dan duka. Ia pun pernah menduduki jabatan penting di Fes,
Granada, dan Afrika Utara serta pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah. Dari sinilah ia melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini. Nama dan karyanya harum dan dikenal di berbagai penjuru dunia. Panjang sekali jika kita berbicara tentang biografi Ibnu Khaldun, namun ada tiga periode yang bisa kita ingat kembali dalam perjalan hidup beliau. Periode pertama, masa dimana Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan. Yakni, ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.
Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir; Periode kedua, ia terjun dalam dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.
SETELAH keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.
Kitab al-i’bar ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh De Slane pada tahun 1863, dengan judul Les Prolegomenes d’Ibn Khaldoun. Namun pengaruhnya baru terlihat setelah 27 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1890, yakni saat pendapat-pendapat Ibnu Khaldun dikaji dan diadaptasi oleh sosiolog-sosiolog German dan
Austria yang memberikan pencerahan bagi para sosiolog modern.
Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).
DR. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” di tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris).” Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.
Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metoda-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat moderen dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.
Bab ke dua dan ke empat berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menerangkan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. Bab ke empat dan ke
lima, menerangkan tentang ekonomi dalam individu, bermasyarakat maupun negara. Sedangkan bab ke enam berbicara tentang paedagogik, ilmu dan pengetahuan serta alat-alatnya. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Ia telah menjelaskan terbentuk dan lenyapnya negara-negara dengan teori sejarah.
Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.
ADA beberapa catatan penting dari sini yang dapat kita ambil bahan pelajaran. Bahwa Ibnu Khaldun menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan tidak meremehkan akan sebuah sejarah. Ia adalah seorang peneliti yang tak kenal lelah dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang luas. Ia selalu memperhatikan akan komunitas-komunitas masyarakat. Selain seorang pejabat penting, ia pun seorang penulis yang produktif. Ia menghargai akan tulisan-tulisannya yang telah ia buat. Bahkan ketidaksempurnaan dalam tulisannya ia lengkapi dan perbaharui dengan memerlukan waktu dan kesabaran. Sehingga karyanya benar-benar berkualitas, yang di adaptasi oleh situasi dan kondisi.
Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Dasar pendidikan Alquran yang diterapkan oleh ayahnya menjadikan Ibnu Khaldun mengerti tentang Islam, dan giat mencari ilmu selain ilmu-ilmu keislaman. Sebagai Muslim dan hafidz Alquran, ia menjunjung tinggi akan kehebatan Alquran. Sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”
Jadi, nilai-nilai spiritual sangat di utamakan sekali dalam kajiannya, disamping mengkaji ilmu-ilmu lainnya. Kehancuran suatu negara, masyarakat, atau pun secara individu dapat disebabkan oleh lemahnya nilai-nilai spritual. Pendidikan agama sangatlah penting sekali sebagai dasar untuk menjadikan insan yang beriman dan bertakwa untuk kemaslahatan umat. Itulah kunci keberhasilan
Ibnu Khaldun, ia wafat di Kairo Mesir pada saat bulan suci Ramadan tepatnya pada tanggal 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M.***
Pemikiran-pemikirannya yang cemerlang mampu memberikan pengaruh besar bagi cendekiawan-cendekiawan Barat dan Timur, baik Muslim maupun non-Muslim. Dalam perjalanan hidupnya, Ibnu Khaldun dipenuhi dengan berbagai peristiwa, pengembaraan, dan perubahan dengan sejumlah tugas besar serta jabatan politis, ilmiah dan peradilan. Perlawatannya antara Maghrib dan
Andalusia, kemudian antara Maghrib dan negara-negara Timur memberikan hikmah yang cukup besar. Ia adalah keturunan dari sahabat Rasulullah saw. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah.
Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Selain itu dalam tugas-tugas yang diembannya penuh dengan berbagai peristiwa, baik suka dan duka. Ia pun pernah menduduki jabatan penting di Fes,
Granada, dan Afrika Utara serta pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah. Dari sinilah ia melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini. Nama dan karyanya harum dan dikenal di berbagai penjuru dunia. Panjang sekali jika kita berbicara tentang biografi Ibnu Khaldun, namun ada tiga periode yang bisa kita ingat kembali dalam perjalan hidup beliau. Periode pertama, masa dimana Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan. Yakni, ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.
Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir; Periode kedua, ia terjun dalam dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.
SETELAH keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.
Kitab al-i’bar ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh De Slane pada tahun 1863, dengan judul Les Prolegomenes d’Ibn Khaldoun. Namun pengaruhnya baru terlihat setelah 27 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1890, yakni saat pendapat-pendapat Ibnu Khaldun dikaji dan diadaptasi oleh sosiolog-sosiolog German dan
Austria yang memberikan pencerahan bagi para sosiolog modern.
Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).
DR. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review & Arabic Affairs” di tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris).” Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.
Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metoda-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat moderen dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.
Bab ke dua dan ke empat berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menerangkan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. Bab ke empat dan ke
lima, menerangkan tentang ekonomi dalam individu, bermasyarakat maupun negara. Sedangkan bab ke enam berbicara tentang paedagogik, ilmu dan pengetahuan serta alat-alatnya. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Ia telah menjelaskan terbentuk dan lenyapnya negara-negara dengan teori sejarah.
Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.
ADA beberapa catatan penting dari sini yang dapat kita ambil bahan pelajaran. Bahwa Ibnu Khaldun menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan tidak meremehkan akan sebuah sejarah. Ia adalah seorang peneliti yang tak kenal lelah dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang luas. Ia selalu memperhatikan akan komunitas-komunitas masyarakat. Selain seorang pejabat penting, ia pun seorang penulis yang produktif. Ia menghargai akan tulisan-tulisannya yang telah ia buat. Bahkan ketidaksempurnaan dalam tulisannya ia lengkapi dan perbaharui dengan memerlukan waktu dan kesabaran. Sehingga karyanya benar-benar berkualitas, yang di adaptasi oleh situasi dan kondisi.
Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Dasar pendidikan Alquran yang diterapkan oleh ayahnya menjadikan Ibnu Khaldun mengerti tentang Islam, dan giat mencari ilmu selain ilmu-ilmu keislaman. Sebagai Muslim dan hafidz Alquran, ia menjunjung tinggi akan kehebatan Alquran. Sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”
Jadi, nilai-nilai spiritual sangat di utamakan sekali dalam kajiannya, disamping mengkaji ilmu-ilmu lainnya. Kehancuran suatu negara, masyarakat, atau pun secara individu dapat disebabkan oleh lemahnya nilai-nilai spritual. Pendidikan agama sangatlah penting sekali sebagai dasar untuk menjadikan insan yang beriman dan bertakwa untuk kemaslahatan umat. Itulah kunci keberhasilan
Ibnu Khaldun, ia wafat di Kairo Mesir pada saat bulan suci Ramadan tepatnya pada tanggal 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M.***
Biografi Abdurrahman bin Auf
Nasab Abdurrahman bin 'Auf
Abdurrahman bin 'Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura. Beliau dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka'bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti 'Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah.
Beliau termasuk di antara orang yang paling dini memeluk Islam karena keislamannya terjadi sebelum Nabi s.a.w. mengkoordinir pengajian rutin di rumah al-Arqam bin al-Arqam, dan di antara orang yang masuk Islam berkat dakwah Abu Bakar al-Shiddiq. Keislamannya juga diikuti oleh saudara sebapanya al-Aswad bin 'Auf, akan tetapi ia (al-Aswad) berhijrah (ke Madinah) agak lambat yaitu beberapa saat sebelum pembukaan Mekkah.
Bersamaan dengan itu keislamannya juga diikuti saudara sebapanya Abdullah bin 'Auf dan Hamnan bin 'Auf. Namun keduanya tidak berhijrah (ke Madinah) akan tetapi tetap tinggal di Mekkah. Hamnan termasuk di antara yang panjang umurnya karena pada masa jahiliyah telah hidup selama enam puluh tahun dan pada masa Islam hidup selama enam puluh tahun juga.
Aktivitas Dakwah dan Perniagaan
Jauh sebelum berhijrah ke Madinah seperti yang diceritakan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya- Abdurrahman bin 'Auf termasuk di antara para shahabat yang hijrah ke Habsyah gelombang pertama, kemudian kembali ke Mekkah dan seterusnya hijrah ke Madinah.
Seperti layaknya para muhajirin lainnya yang meninggalkan kota Mekkah, Abdurrahman bin Auf di samping meninggalkan kota kelahirannya Mekkah juga meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya sehingga setibanya di Madinah beliau tidak memiliki apapun harta dan bahkan beliau tidak memiliki isteri. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s.a.w.) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah. Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta, pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri, lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. Merekapun menunjukkan pasar, maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak. Kemudian tidak lama berselang iapun sudah dipenuhi oleh wewangian (menikah). Lalu Rasulullah s.a.w. bertanya: "apa gerangan yang terjadi denganmu?", Ia menjawab:" Wahai Rasulullah, aku telah menikah. Baginda bertanya: apa maharnya? Ia menjawab: "emas sebesar biji kurma". Baginda bertanya kembali: "buatlah walimah (pesta perkawinan) walaupun dengan satu ekor kambing".
Rasulullah s.a.w. sangat jeli melihat keadaan Abdurrahman bin Auf sehingga beliau dipersaudarakan dengan Sa'ad bin al-Rabi' yang merupakan salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. Persaudaraan ini membuahkan hasil yang sangat kuat sekali bagi terjalinnya ikatan yang sangat kuat di antara keduanya. Hal ini digambarkan ketika Sa'ad bin al-Rabi' menawarkan setengah kekayaannya untuk dibagi percuma dan istrinya yang dicintai untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman. Walaupun Sa'ad bin al-Rabi' menawarkannya didasarkan oleh niat tulus ikhlas namun Abdurrahman bin Auf bukanlah tipe manusia yang memanfaatkan kesempatan sehingga beliau menolak secara halus dengan ungkapan semoga Allah memberkatimu, keluargamu dan hartamu.
Ia boleh miskin materi, tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Jangankan meminta, ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. Abdurrahman bukan hanya tahu, melainkan memegang teguh nilai itu. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat. Dari pengamatannya ia tahu, pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut, sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal.
Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan, ia mengimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Keuntungannya berlipat. Dari keuntungan itu, Abdurahman mendapat bagi hasil. Semua gembira. Tak perlu makan waktu lama, Abdurrahman keluar dari kemiskinan, bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada.
Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak".
Pernikahan Abdurrahman bin Auf
Sa'ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi. Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Dia datang kepada Rasulullah memakai harum-haruman. Beliau menyambut kedatangan Abdurrahman seraya berkata, "Wah, alangkah wanginya kamu, hai Abdurrahman."
Kata Abdurrahman, "Saya hendak menikah ya Rasulullah."
Tanya Rasulullah, "Apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?"
Jawab Abdurrahman, "Emas seberat biji kurma."
Kata Rasulullah, "Adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."
Kata Abdurrahman, "Sejak itu dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak."
Abdurrahman bin Auf Masuk Surga dengan merangkak?
Berkata Aisyah: Aku pernah mendengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Qod roaitu abdurrahman bin Auf yad khulul jannata habwan” [Sesungguhnya aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”
Diriwayatkan oleh AHmad (6/115) dari jalan Umarah, dari Tsabit, dari Anas, dari Aisyah.
Sanad hadit tersebut dlaif, karena di sanadnya ada Umarah bin Zaadzaan Ash Shaidalaaniy Abu Salamah Al Bashri; beliau seorang rawi yang lemah hafalannya. Ibnu Hajar dalam Taqrib menyatkan bahwa beliau Shaduqun (orang yang benar), akan tetapi sering salah.
Demikian penjelasan Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam buku Hadits-hadits Dlaif dan Maudlu’ jilid 1; Darul Qolam, Cet 1. 2003 M, hal.116-117
Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf
Selain dari diri Rasulullah yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi,“Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamuberikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta.
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta) per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8
(istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.
Kiat – kiat Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai- sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada
mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata,“Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.
Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.
Ketika mendengar suara hiruk-pikuk, Aisyah sontak bertanya, “Apakah yang telah terjadi di kota Madinah?”
“Kafilah Abdurrahman bin Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya,” seseorang menjawab.
Ummul Mukminin berkata lagi, “Kafilah yang telah menyebabkan semua ini?”
“Benar, ya Ummul Mukminin. Karena ada 700 kendaraan.”
Aisyah menggeleng-gelengkan kepalanya. Pandangannya jauh menerawang seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat dan didengarnya.
Kemudian ia berkata, “Aku ingat, aku pernah mendengar Rasululah berkata, `Kulihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan perlahan-lahan.”
Sebagian sahabat mendengar itu. Mereka pun menyampaikannya kepada Abdurrahman bin Auf. Alangkah terkejutnya saudagar kaya itu. Sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskan, ia segera melangkahkan kakinya ke rumah Aisyah.
“Engkau telah mengingatkanku sebuah hadits yang tak mungkin kulupa.” Abdurrahman bin Auf berkata lagi, “Maka dengan ini aku mengharap dengan sangat agar engkau menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut ken¬daraan dan perlengkapannya, kupersembahkan di jalan Allah.”
Dan dibagikanlah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya. Sebuah infak yang mahabesar.
Abdurrahman bin Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya. Bukan seorang budak yang diken¬dalikan oleh hartanya. Sebagai bukti, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkan harta ke¬mudian menyimpannya. Ia mengumpulkan harta dengan jalan yang halal.
Kemudian, harta itu tidak ia nikmati sendirian. Keluarga, kaum kerabatnya, saudara-saudaranya dan masyarakat ikut juga menikmati kekayaan Abdurrahman bin Auf.
Saking kayanya Abdurrahman bin Auf, seseorang pernah berkata, “Seluruh penduduk Madinah bersatu dengan Abdur¬rahman bin Auf. Sepertiga hartanya dipinjamkan kepada mereka. Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar utang-utang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”
Abdurahman bin Auf sadar bahwa harta kekayaan yang ada padanya tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya jika tidak ia pergunakan untuk membela agama Allah dan membantu kawan-kawannya. Adapun, jika ia memikirkan harta itu untuk dirinya, ia selalu ragu saja.
Pada suatu hari, dihidangkan kepada Abdurahman bin Auf makanan untuk berbuka puasa. Memang, ketika itu ia tengah berpuasa. Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya. Tetapi, beberapa saat kemudian ia malah menangis dan berkata, “Mush’ab bin Umair telah gugur sebagai seorang syahid. Ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku. Ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya, maka kelihatan kakinya. Dan jika ditutupkan kedua kakinya, terbuka kepalanya.”
Abdurrahman bin Auf berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan dengan suara yang juga masih terisak dan berat, “Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku. Ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir telah didahulukan pahala kebaikan kami.”
Begitulah Abdurrahman bin Auf. Ia selalu takut bahwa hartanya hanya akan memberatkan dirinya di hadapan Allah. Ketakutan itu sering sekali, akhirnya menumpahkan air matanya. Padahal, ia tidak pernah mengambil harta yang haram sedikitpun.
Pada hari lain, sebagian sahabat berkumpul bersama Abdurrahman bin Auf menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama setalah makanan diletakkan di hadapan mereka, tiba-tiba ia kembali menangis. Sontak para sahabat terkejut. Mereka pun bertanya, “Kenapa kau menangis, wahai Abdurrahman bin Auf?”
Abdurrahman bin Auf sejenak tidak menjawab. Ia menangis tersedu-sedu. Sahabat benar-benar melihat bahwa be¬tapa halusnya hati seorang Abdurrahman bin Auf. Ia mudah tersentuh dan begitu penuh kekhawatiran akan segala apa yang diperbuatnya di dunia ini.
Kemudian terdengar Abdurrahman bin Auf menjawab, “Rasulullah saw. wafat dan belum pernah beliau berikut keluarganya makan roti gandum sampai kenyang. Apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan?”
Jika sudah begini, bukan hanya Abdurrahman bin Auf yang menangis, para sahabat pun akan ikut menangis. Mereka adalah orang-orang yang hatinya mudah tersentuh, dekat dengan Allah dan tak pernah berhenti mengharap ridha Allah.
Keistimewaan Abdurrahman bin ’Auf
1. Menjagi Imam Shalat Nabi s.a.w.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam satu peperangan Nabi s.a.w. menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. Dalam cerita panjang lebar Amr bin Wahab mengatakan bahwa al-Mughirah bin Syu'bah menyebutkan bahwa menjelang shubuh hari Nabi mengajak al-Mughirah untuk menemaninya membuang hajat. Setelah buang hajat Nabi s.a.w. memintanya untuk mengambalikan air wudhu' namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf. Ketika itu ia mencuba untuk menghentikan shalat jemaah tersebut dengan kembali mengumandangkan azan namun Nabi s.a.w. melarangnya sehingga Nabi s.a.w. menjadi makmun kepada Abdurrahman bin Auf. Dalam satu hadits lainnya diriwayatkan oleh al-Mughirah: Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang shalih dari ummatnya.
2. Calon Penghuni Syurga
Beliau merupakan salah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang dijamin masuk syurga Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd berkata: Rasulullah s.a.w. berkata: sepuluh orang yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Beliau berkata: beliau telah menyebutkan satu persatu dari yang sembilan orang dan kemudian berhenti sejenak pada bilang yang kesepuluh. Maka orang bertanya-tanya: kami memohon kepadamu atas nama Allah siapakah orang yang kesepuluh? Beliau menjawab: kalian meminta keseriusan saya atas nama Allah, (orang yang yang kesepuluh adalah) Abu al-A'war (kinayah terhadap Sa'id bin Zaid).
3. Kecintaan Nabi s.a.w. terhadap Abdurrahman bin Auf r.a.
Ummu Salamah r.a. menceritakan bahwa Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalku adalah al-Shadiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf), Ya Allah hidangkanlah minuman mata air syurga kepada Abdurrahman bin Auf.
Nabi s.a.w. juga bersabda: "Engkau adalah orang kepercayaan penduduk bumi dan engkau juga orang kepercayaan penduduk langit.
4. Ayat al-Quran yang memujinya
al-Quran memuji keutamaannya, di antaranya seperti yang diriwayatkan dari Saib tentang firman Allah ta'ala (al-Baqarah:267) diturunkan untuk Uthman dan Abdurrahman bin Auf. Adapun tentang Abdurrahman bin Auf diceritakan bahwa ia menyumbangkan empat ribu dirham kepada Nabi s.a.w. lalu ia berkata: sebenarnya saya punya delapan ribu dirham (akan tetapi) saya tinggalkan empat ribu dirham untuk diri sendiri dan keluarga sedangkan empat ribu dirham saya sumbangkan di jalan Allah maka Nabi s.a.w bersabda: semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang telah engkau sumbangkan.
5. Salam dan berita masuk syurga dari Allah s.w.t.
Ibnu Abbas r.a. berkata: "manakala kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi s.a.w. lalu Nabi s.a.w. berdoa untuknya agar dimasukkan syurga, lalu turunlah Jibril berkata: Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk syurga.
6. Penghargaan Nabi s.a.w.
Abu Umar dan beberapa orang lainnya berkata: Abdurrahman bin Auf ikut dalam perang Badar dan semua peperangan lainnya, beliau tetap setia membentengi Nabi s.a.w. pada perag Uhud, salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk syurga, salah seorang dari lapan orang yang terdahulu masuk syurga, salah seorang dari enam orang anggota syurga yang disaksikan oleh Umar bahwa Rasulullah s.a..w telah ridha terhadap mereka, salah seorang dari lima orang yang masuk Islam dalam tangan Abu Bakar, Rasulullah s.a.w pernah mengutusnya ke Dumah al-Jandal, memakaikan surban dan menyalipnya pada ke dua bahunya lalu berkata kepadanya: pergilah dengan mengucapkan bismillah dan mewasiatkannya beberapa wasiat, dan berkata kepadanya: jika Allah memberi kemenangan kepadamu maka kawinilah anak perempuan dari pemimpin mereka, atau disebutkan berkata anak perempuan raja mereka sedangkan pemimpin mereka adalah al-Asbagh bin Tha'labah al-Kalibi lalu iapun mengawini anak perempuannya Tamadhur dan ia adalah ibu dari anaknya Abi Salamah.
7. Kepercayaan Nabi s.a.w. terhadap kekuatan imannya
Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud berkata: Bahwa Rasulullah s.a.w. memberikan (sesuatu) kepada khalayak ramai dan tidak memberikan apapun kepada Abdurrahmah bin Auf sedangkan ia berada dalam khalayak tersebut, lalu Abdurrahman bin Auf keluar dari barisan tersebut dalam keadaan menangis, maka Umar bin Khattab melihat dan berkata: apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab: Rasulullah s.a.w. memberikan sesuatu kepada orang ramai padahal saya ada di tengah orang-orang tersebut, maka aku takut Rasulullah s.a.w. tidak memberikan sesuatu kepadaku disebabkan oleh hal yang tidak disukai dariku. Beliau berkata: lalu Umar masuk menemui Nabi s.a.w. dan menceritakan peristiwa yang dialami oleh Abdurrahman bin Auf, lalu Rasulullah s.a.w. berkata: Saya tidak marah kepadanya akan tetapi telah menyerahkannya kepada keimanannya.
8. Orang yang sudah bahagia dalam perut ibunya
Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf berkata: manakala Abdurrahman bin Auf terlelap sebentar kemudian bangun kembali lalu bercerita: sesungguhnya telah datang kepadaku dua orang malaikat yang berperawakan menakutkan lalu keduanya berkata: ikuti bersama kami untuk diadukan kepada Allah. Ia berkata: lalu keduanya dijumpai oleh seorang malaikat maka berkata: mau dibawa kemana lelaki tersebut? Keduanya menjawab: kami mau mengadukannya kepada Allah. Ia berkata: lepaskanlah ia karena sesungguhnya ia telah dituliskan sebagai lelaki bahagian sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya.
9. Keilmuannya
Ibnu Abbas r.a. bahwa ketika Umar menuju ke Syam dan manakala sampai di Sara' beliau dikabarkan bahwa Syam telah dilanda oleh penyakit waba' (penyakit menular), lalu mengumpulkan semua shahabat Rasulullah s.a.w. dan meminta pendapat, sehingga muncullah berbagai pendapat namun beliau menyetujui pendapat untuk kembali (agar tidak meneruskan perjalanan). Tiba-tiba muncullah Abdurrahman bin Auf yang menghilang beberapa saat karena buang hajat lalu berkata: Sesungguhnya saya sangat mengertia masalah ini, karena aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: apabila terjadi penyakit menular di suatu tempat maka janganlah kamu masuk ke dalamnya dan apabila terjadi di suatu tempat sedangkan kamu berada di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya karena lari dari penyakit tersebut.
10. Rujukan Umar
Anas r.a. menceritakan bahwa peminum khamar Nabi s.a.w. dijatuhkan hukuman jilid dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali dan demikian juga Abu Bakar. Seterusnya Anas r.a. menceritakan ketika Umar diangkat menjadi Khalifah: sesungguhnya orang kampung telah datang ke kota, apa pendapat kalian tentang hukum peminum khamar? Lalu Abdurrahman bin Auf berkata: kita menetapkan hukumannya di bawah hukuman hudud maka (Umarpun) menetapkan hukuman sebanyak delapan puluh kali jilid.
11. Ketawadhuannya
Walaupun beliau merupakan sosok shahabat Nabi s.a.w. yang telah dijanjikan masuk syurga namun beliau titel tersebut tidak menyebabkan beliau lupa diri. Sa'id bin Jubair berkata: Abdurrahman bin Auf tidak dapat dibedakan di antara hamba sahayanya.
Wafatnya Sang Tangan Emas
Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak.
Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, "Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini)."
Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang.
Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah saw. yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga jannatun na'im.
Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa'ad bin Abi Waqqash. Pada salat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.
Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, "Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!" (Sumber: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah, oleh Abdurrahman Ra'fat Basya)
Harta Warisannya
Beliau meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Hal yang sangat menarik sekali bahwa walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah s.w.t. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sekali. Dalam sebuah riwayat dari Muhammad, beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar.
Abu Amr berkata: beliau adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan, sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak dan meninggalkan sebanyak seribu unta, tiga ratus kambing, seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut.
Abdurrahman bin 'Auf adalah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang mempunyai banyak keistimewaan, di antaranya adalah beliau diberitahukan masuk syurga oleh Allah s.w.t. ketika masih hidup serta termasuk salah seorang dari enam orang anggota syura. Beliau dilahirkan pada tahun kesepuluh dari tahun gajah dan umurnya lebih lebih muda dari Nabi selama sepuluh tahun karena Nabi dilahirkan pada tahun gajah yaitu tanggal 20 April 571M. Dengan demikian Abdurrahman dilahirkan pada tahun 581M. Namanya pada masa jahiliyah adalah Abdu Amru dan dalam satu pendapat lain Abdul Ka'bah. Lalu Nabi s.a.w. menggantikannya menjadi Abdurrahman. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdu Manaf bin Abdul Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah al-Qurasyi al-Zuhri. Nasabnya bertemu dengan Nabi s.a.w. pada Kilab bin Murrah. Kinayahnya adalah Abu Muhammad sedangkan laqabnya al-Shadiq al-Barr. Ibunya bernama Asysyifa binti 'Auf bin Abdu bin al-Harits bin Zuhrah.
Beliau termasuk di antara orang yang paling dini memeluk Islam karena keislamannya terjadi sebelum Nabi s.a.w. mengkoordinir pengajian rutin di rumah al-Arqam bin al-Arqam, dan di antara orang yang masuk Islam berkat dakwah Abu Bakar al-Shiddiq. Keislamannya juga diikuti oleh saudara sebapanya al-Aswad bin 'Auf, akan tetapi ia (al-Aswad) berhijrah (ke Madinah) agak lambat yaitu beberapa saat sebelum pembukaan Mekkah.
Bersamaan dengan itu keislamannya juga diikuti saudara sebapanya Abdullah bin 'Auf dan Hamnan bin 'Auf. Namun keduanya tidak berhijrah (ke Madinah) akan tetapi tetap tinggal di Mekkah. Hamnan termasuk di antara yang panjang umurnya karena pada masa jahiliyah telah hidup selama enam puluh tahun dan pada masa Islam hidup selama enam puluh tahun juga.
Aktivitas Dakwah dan Perniagaan
Jauh sebelum berhijrah ke Madinah seperti yang diceritakan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab sirahnya- Abdurrahman bin 'Auf termasuk di antara para shahabat yang hijrah ke Habsyah gelombang pertama, kemudian kembali ke Mekkah dan seterusnya hijrah ke Madinah.
Seperti layaknya para muhajirin lainnya yang meninggalkan kota Mekkah, Abdurrahman bin Auf di samping meninggalkan kota kelahirannya Mekkah juga meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya sehingga setibanya di Madinah beliau tidak memiliki apapun harta dan bahkan beliau tidak memiliki isteri. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s.a.w.) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah. Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta, pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri, lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. Merekapun menunjukkan pasar, maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak. Kemudian tidak lama berselang iapun sudah dipenuhi oleh wewangian (menikah). Lalu Rasulullah s.a.w. bertanya: "apa gerangan yang terjadi denganmu?", Ia menjawab:" Wahai Rasulullah, aku telah menikah. Baginda bertanya: apa maharnya? Ia menjawab: "emas sebesar biji kurma". Baginda bertanya kembali: "buatlah walimah (pesta perkawinan) walaupun dengan satu ekor kambing".
Rasulullah s.a.w. sangat jeli melihat keadaan Abdurrahman bin Auf sehingga beliau dipersaudarakan dengan Sa'ad bin al-Rabi' yang merupakan salah seorang penduduk Madinah yang mempunyai banyak harta. Persaudaraan ini membuahkan hasil yang sangat kuat sekali bagi terjalinnya ikatan yang sangat kuat di antara keduanya. Hal ini digambarkan ketika Sa'ad bin al-Rabi' menawarkan setengah kekayaannya untuk dibagi percuma dan istrinya yang dicintai untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman. Walaupun Sa'ad bin al-Rabi' menawarkannya didasarkan oleh niat tulus ikhlas namun Abdurrahman bin Auf bukanlah tipe manusia yang memanfaatkan kesempatan sehingga beliau menolak secara halus dengan ungkapan semoga Allah memberkatimu, keluargamu dan hartamu.
Ia boleh miskin materi, tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Jangankan meminta, ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. Abdurrahman bukan hanya tahu, melainkan memegang teguh nilai itu. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat. Dari pengamatannya ia tahu, pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut, sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal.
Kreativitas Abdurrahman pun muncul. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan, ia mengimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Keuntungannya berlipat. Dari keuntungan itu, Abdurahman mendapat bagi hasil. Semua gembira. Tak perlu makan waktu lama, Abdurrahman keluar dari kemiskinan, bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada.
Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak".
Pernikahan Abdurrahman bin Auf
Sa'ad menunjukkan pasar tempat berjual beli kepada Abdurrahman. Maka, mulailah Abdurrahman berniaga di sana, berjual beli, melaba dan merugi. Belum berapa lama dia berdagang, terkumpullah uangnya sekadar cukup untuk mahar menikah. Dia datang kepada Rasulullah memakai harum-haruman. Beliau menyambut kedatangan Abdurrahman seraya berkata, "Wah, alangkah wanginya kamu, hai Abdurrahman."
Kata Abdurrahman, "Saya hendak menikah ya Rasulullah."
Tanya Rasulullah, "Apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?"
Jawab Abdurrahman, "Emas seberat biji kurma."
Kata Rasulullah, "Adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."
Kata Abdurrahman, "Sejak itu dunia datang menghadap kepadaku (hidupku makmur dan bahagia). Hingga seandainya aku angkat sebuah batu, maka dibawahnya kudapati emas dan perak."
Abdurrahman bin Auf Masuk Surga dengan merangkak?
Berkata Aisyah: Aku pernah mendengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Qod roaitu abdurrahman bin Auf yad khulul jannata habwan” [Sesungguhnya aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”
Diriwayatkan oleh AHmad (6/115) dari jalan Umarah, dari Tsabit, dari Anas, dari Aisyah.
Sanad hadit tersebut dlaif, karena di sanadnya ada Umarah bin Zaadzaan Ash Shaidalaaniy Abu Salamah Al Bashri; beliau seorang rawi yang lemah hafalannya. Ibnu Hajar dalam Taqrib menyatkan bahwa beliau Shaduqun (orang yang benar), akan tetapi sering salah.
Demikian penjelasan Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam buku Hadits-hadits Dlaif dan Maudlu’ jilid 1; Darul Qolam, Cet 1. 2003 M, hal.116-117
Belajar Mengelola Dinar Dari Abdurrahman bin Auf
Selain dari diri Rasulullah yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi,“Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamuberikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta.
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta) per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8
(istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.
Kiat – kiat Kesuksesan Bisnis Abdurrahman Bin Auf
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai- sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada
mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata,“Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.
Jadi mengelola Dinar tidak berarti menjadi hamba Dinar. Asal kita dapat kembali ke tuntunan dan contoh langsung dari Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Wallahu A’lam.
Ketika mendengar suara hiruk-pikuk, Aisyah sontak bertanya, “Apakah yang telah terjadi di kota Madinah?”
“Kafilah Abdurrahman bin Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya,” seseorang menjawab.
Ummul Mukminin berkata lagi, “Kafilah yang telah menyebabkan semua ini?”
“Benar, ya Ummul Mukminin. Karena ada 700 kendaraan.”
Aisyah menggeleng-gelengkan kepalanya. Pandangannya jauh menerawang seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat dan didengarnya.
Kemudian ia berkata, “Aku ingat, aku pernah mendengar Rasululah berkata, `Kulihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan perlahan-lahan.”
Sebagian sahabat mendengar itu. Mereka pun menyampaikannya kepada Abdurrahman bin Auf. Alangkah terkejutnya saudagar kaya itu. Sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskan, ia segera melangkahkan kakinya ke rumah Aisyah.
“Engkau telah mengingatkanku sebuah hadits yang tak mungkin kulupa.” Abdurrahman bin Auf berkata lagi, “Maka dengan ini aku mengharap dengan sangat agar engkau menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut ken¬daraan dan perlengkapannya, kupersembahkan di jalan Allah.”
Dan dibagikanlah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya. Sebuah infak yang mahabesar.
Abdurrahman bin Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya. Bukan seorang budak yang diken¬dalikan oleh hartanya. Sebagai bukti, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkan harta ke¬mudian menyimpannya. Ia mengumpulkan harta dengan jalan yang halal.
Kemudian, harta itu tidak ia nikmati sendirian. Keluarga, kaum kerabatnya, saudara-saudaranya dan masyarakat ikut juga menikmati kekayaan Abdurrahman bin Auf.
Saking kayanya Abdurrahman bin Auf, seseorang pernah berkata, “Seluruh penduduk Madinah bersatu dengan Abdur¬rahman bin Auf. Sepertiga hartanya dipinjamkan kepada mereka. Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar utang-utang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”
Abdurahman bin Auf sadar bahwa harta kekayaan yang ada padanya tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya jika tidak ia pergunakan untuk membela agama Allah dan membantu kawan-kawannya. Adapun, jika ia memikirkan harta itu untuk dirinya, ia selalu ragu saja.
Pada suatu hari, dihidangkan kepada Abdurahman bin Auf makanan untuk berbuka puasa. Memang, ketika itu ia tengah berpuasa. Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya. Tetapi, beberapa saat kemudian ia malah menangis dan berkata, “Mush’ab bin Umair telah gugur sebagai seorang syahid. Ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku. Ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya, maka kelihatan kakinya. Dan jika ditutupkan kedua kakinya, terbuka kepalanya.”
Abdurrahman bin Auf berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan dengan suara yang juga masih terisak dan berat, “Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku. Ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir telah didahulukan pahala kebaikan kami.”
Begitulah Abdurrahman bin Auf. Ia selalu takut bahwa hartanya hanya akan memberatkan dirinya di hadapan Allah. Ketakutan itu sering sekali, akhirnya menumpahkan air matanya. Padahal, ia tidak pernah mengambil harta yang haram sedikitpun.
Pada hari lain, sebagian sahabat berkumpul bersama Abdurrahman bin Auf menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama setalah makanan diletakkan di hadapan mereka, tiba-tiba ia kembali menangis. Sontak para sahabat terkejut. Mereka pun bertanya, “Kenapa kau menangis, wahai Abdurrahman bin Auf?”
Abdurrahman bin Auf sejenak tidak menjawab. Ia menangis tersedu-sedu. Sahabat benar-benar melihat bahwa be¬tapa halusnya hati seorang Abdurrahman bin Auf. Ia mudah tersentuh dan begitu penuh kekhawatiran akan segala apa yang diperbuatnya di dunia ini.
Kemudian terdengar Abdurrahman bin Auf menjawab, “Rasulullah saw. wafat dan belum pernah beliau berikut keluarganya makan roti gandum sampai kenyang. Apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan?”
Jika sudah begini, bukan hanya Abdurrahman bin Auf yang menangis, para sahabat pun akan ikut menangis. Mereka adalah orang-orang yang hatinya mudah tersentuh, dekat dengan Allah dan tak pernah berhenti mengharap ridha Allah.
Keistimewaan Abdurrahman bin ’Auf
1. Menjagi Imam Shalat Nabi s.a.w.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dalam satu peperangan Nabi s.a.w. menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. Dalam cerita panjang lebar Amr bin Wahab mengatakan bahwa al-Mughirah bin Syu'bah menyebutkan bahwa menjelang shubuh hari Nabi mengajak al-Mughirah untuk menemaninya membuang hajat. Setelah buang hajat Nabi s.a.w. memintanya untuk mengambalikan air wudhu' namun ternyata mereka sudah terlambat karena rombongan sedang menunaikan shalat yang diimami oleh Abdurrahman bin Auf. Ketika itu ia mencuba untuk menghentikan shalat jemaah tersebut dengan kembali mengumandangkan azan namun Nabi s.a.w. melarangnya sehingga Nabi s.a.w. menjadi makmun kepada Abdurrahman bin Auf. Dalam satu hadits lainnya diriwayatkan oleh al-Mughirah: Nabi tidak meninggal sehingga menjadi makmum orang shalih dari ummatnya.
2. Calon Penghuni Syurga
Beliau merupakan salah seorang shahabat Nabi s.a.w. yang dijamin masuk syurga Diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Sa'id bin Zayd berkata: Rasulullah s.a.w. berkata: sepuluh orang yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Sa'ad bin Abi Waqqas. Beliau berkata: beliau telah menyebutkan satu persatu dari yang sembilan orang dan kemudian berhenti sejenak pada bilang yang kesepuluh. Maka orang bertanya-tanya: kami memohon kepadamu atas nama Allah siapakah orang yang kesepuluh? Beliau menjawab: kalian meminta keseriusan saya atas nama Allah, (orang yang yang kesepuluh adalah) Abu al-A'war (kinayah terhadap Sa'id bin Zaid).
3. Kecintaan Nabi s.a.w. terhadap Abdurrahman bin Auf r.a.
Ummu Salamah r.a. menceritakan bahwa Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya yang akan menjaga kamu sekalian sepeninggalku adalah al-Shadiq al-Bar (Abdurrahman bin Auf), Ya Allah hidangkanlah minuman mata air syurga kepada Abdurrahman bin Auf.
Nabi s.a.w. juga bersabda: "Engkau adalah orang kepercayaan penduduk bumi dan engkau juga orang kepercayaan penduduk langit.
4. Ayat al-Quran yang memujinya
al-Quran memuji keutamaannya, di antaranya seperti yang diriwayatkan dari Saib tentang firman Allah ta'ala (al-Baqarah:267) diturunkan untuk Uthman dan Abdurrahman bin Auf. Adapun tentang Abdurrahman bin Auf diceritakan bahwa ia menyumbangkan empat ribu dirham kepada Nabi s.a.w. lalu ia berkata: sebenarnya saya punya delapan ribu dirham (akan tetapi) saya tinggalkan empat ribu dirham untuk diri sendiri dan keluarga sedangkan empat ribu dirham saya sumbangkan di jalan Allah maka Nabi s.a.w bersabda: semoga Allah memberkati apa yang telah engkau tinggalkan dan apa yang telah engkau sumbangkan.
5. Salam dan berita masuk syurga dari Allah s.w.t.
Ibnu Abbas r.a. berkata: "manakala kafilah dagang Abdurrahman bin Auf kembali dari Syam langsung dibawa kepada Nabi s.a.w. lalu Nabi s.a.w. berdoa untuknya agar dimasukkan syurga, lalu turunlah Jibril berkata: Sesungguhnya Allah mengirimkan salam untukmu dan berkata: kirimkanlah salam saya kepada Abdurrahman bin Auf dan sampaikan berita gembira beliau masuk syurga.
6. Penghargaan Nabi s.a.w.
Abu Umar dan beberapa orang lainnya berkata: Abdurrahman bin Auf ikut dalam perang Badar dan semua peperangan lainnya, beliau tetap setia membentengi Nabi s.a.w. pada perag Uhud, salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk syurga, salah seorang dari lapan orang yang terdahulu masuk syurga, salah seorang dari enam orang anggota syurga yang disaksikan oleh Umar bahwa Rasulullah s.a..w telah ridha terhadap mereka, salah seorang dari lima orang yang masuk Islam dalam tangan Abu Bakar, Rasulullah s.a.w pernah mengutusnya ke Dumah al-Jandal, memakaikan surban dan menyalipnya pada ke dua bahunya lalu berkata kepadanya: pergilah dengan mengucapkan bismillah dan mewasiatkannya beberapa wasiat, dan berkata kepadanya: jika Allah memberi kemenangan kepadamu maka kawinilah anak perempuan dari pemimpin mereka, atau disebutkan berkata anak perempuan raja mereka sedangkan pemimpin mereka adalah al-Asbagh bin Tha'labah al-Kalibi lalu iapun mengawini anak perempuannya Tamadhur dan ia adalah ibu dari anaknya Abi Salamah.
7. Kepercayaan Nabi s.a.w. terhadap kekuatan imannya
Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud berkata: Bahwa Rasulullah s.a.w. memberikan (sesuatu) kepada khalayak ramai dan tidak memberikan apapun kepada Abdurrahmah bin Auf sedangkan ia berada dalam khalayak tersebut, lalu Abdurrahman bin Auf keluar dari barisan tersebut dalam keadaan menangis, maka Umar bin Khattab melihat dan berkata: apa yang membuatmu menangis? Ia menjawab: Rasulullah s.a.w. memberikan sesuatu kepada orang ramai padahal saya ada di tengah orang-orang tersebut, maka aku takut Rasulullah s.a.w. tidak memberikan sesuatu kepadaku disebabkan oleh hal yang tidak disukai dariku. Beliau berkata: lalu Umar masuk menemui Nabi s.a.w. dan menceritakan peristiwa yang dialami oleh Abdurrahman bin Auf, lalu Rasulullah s.a.w. berkata: Saya tidak marah kepadanya akan tetapi telah menyerahkannya kepada keimanannya.
8. Orang yang sudah bahagia dalam perut ibunya
Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf berkata: manakala Abdurrahman bin Auf terlelap sebentar kemudian bangun kembali lalu bercerita: sesungguhnya telah datang kepadaku dua orang malaikat yang berperawakan menakutkan lalu keduanya berkata: ikuti bersama kami untuk diadukan kepada Allah. Ia berkata: lalu keduanya dijumpai oleh seorang malaikat maka berkata: mau dibawa kemana lelaki tersebut? Keduanya menjawab: kami mau mengadukannya kepada Allah. Ia berkata: lepaskanlah ia karena sesungguhnya ia telah dituliskan sebagai lelaki bahagian sedangkan ia masih dalam kandungan ibunya.
9. Keilmuannya
Ibnu Abbas r.a. bahwa ketika Umar menuju ke Syam dan manakala sampai di Sara' beliau dikabarkan bahwa Syam telah dilanda oleh penyakit waba' (penyakit menular), lalu mengumpulkan semua shahabat Rasulullah s.a.w. dan meminta pendapat, sehingga muncullah berbagai pendapat namun beliau menyetujui pendapat untuk kembali (agar tidak meneruskan perjalanan). Tiba-tiba muncullah Abdurrahman bin Auf yang menghilang beberapa saat karena buang hajat lalu berkata: Sesungguhnya saya sangat mengertia masalah ini, karena aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: apabila terjadi penyakit menular di suatu tempat maka janganlah kamu masuk ke dalamnya dan apabila terjadi di suatu tempat sedangkan kamu berada di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya karena lari dari penyakit tersebut.
10. Rujukan Umar
Anas r.a. menceritakan bahwa peminum khamar Nabi s.a.w. dijatuhkan hukuman jilid dengan pelepah kurma dan sandal sebanyak empat puluh kali dan demikian juga Abu Bakar. Seterusnya Anas r.a. menceritakan ketika Umar diangkat menjadi Khalifah: sesungguhnya orang kampung telah datang ke kota, apa pendapat kalian tentang hukum peminum khamar? Lalu Abdurrahman bin Auf berkata: kita menetapkan hukumannya di bawah hukuman hudud maka (Umarpun) menetapkan hukuman sebanyak delapan puluh kali jilid.
11. Ketawadhuannya
Walaupun beliau merupakan sosok shahabat Nabi s.a.w. yang telah dijanjikan masuk syurga namun beliau titel tersebut tidak menyebabkan beliau lupa diri. Sa'id bin Jubair berkata: Abdurrahman bin Auf tidak dapat dibedakan di antara hamba sahayanya.
Wafatnya Sang Tangan Emas
Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak.
Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, "Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini)."
Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang.
Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah saw. yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga jannatun na'im.
Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa'ad bin Abi Waqqash. Pada salat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.
Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, "Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!" (Sumber: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah, oleh Abdurrahman Ra'fat Basya)
Harta Warisannya
Beliau meninggalkan dua puluh delapan anak lelaki dan delapan anak perempuan. Hal yang sangat menarik sekali bahwa walaupun sudah menyumbangkan hampir keseluruhan hartanya di jalan Allah s.w.t. namun beliau masih meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sekali. Dalam sebuah riwayat dari Muhammad, beliau menceritakan bahwa di antara harta peninggalan Abdurrahman bin Auf adalah emas murni sehingga tangan para tukang merasa kewalahan (lecet) untuk membagikannnya dan empat orang isterinya masing-masing menerima harta warisan sebanyak delapan puluh ribu dinar.
Abu Amr berkata: beliau adalah seorang pedagang sukses dalam bidang bidang perniagaan, sehingga mendapatkan laba yang sangat banyak dan meninggalkan sebanyak seribu unta, tiga ratus kambing, seratus kuda perang yang digembalakan di daerah Naqi' dan mempunyai lahan pertanian sehingga kebutuhan keluarganya setahun dipasok dari hasil tanaman tersebut.
Selasa, 08 Maret 2011
Dasar – dasar Kepemimpinan Muhammad Muda
Mengapa Nabi Muhammad lahir di Makkah (tanah Hejaz)?
Hejaz – berbeda dengan negeri-negeri Arab yang lain – telah dapat menjaga kemerdekaannya. Tidak pernah negeri Hejaz dijajah, diduduki, atau dipengaruhi oleh Negara-negara asing. Hal itu boleh jadi disebabkan oleh tandusnya. Boleh jadi juga, disebabkan karena Hejaz itu sejak zaman Ibrahim telah menjadi Ka’bah bagi bangsa Arab. Mereka bekerja sama memelihara, menjaga kemerdekaan negeri itu, dan menjauhkan penjajah-penjajah dari padanya.(SKI) . Secara politik Hejaz (terutama Makkah), terlepas dari ikatan politik Romawi maupun Persia. Ini merupakan kondisi yang menguntungkan bagi berdirinya peradaban baru.
Letak kota Makkah di tengah-tengah Tanah Arab, antara utara dan selatan pun menguatkan faktor – faktor menjadi kota perdagangan. Apalagi keadaan buminya yang kering dan tandus menyebabkan penduduknya suka merantau untuk berniaga, sebagai suatu usaha yang utama, dan sumber yang terpenting bagi penghidupan mereka. SKI. Hal ini yang membuat Makkah menjadi kota yang agresif dalam bisnis/perniagaan. Dan merupakan kotanya para pebisnis.
Keberadaan Ka’bah di kota Makkah. Menjadikan Makkah sebagai kota suci dan politik yang di hormati di kawasan Jazirah Arab. Hal ini karena Ka’bah merupakan warisan dari Nabi Ibrahim yang sangat di muliakan.
Mengapa Muhammad lahir dari klan Hasyim?
SILSILAH MUHAMMAD SAW
Qushayy
(lahir 400M)
|
+----------------------+----------------------+
| | |
'Abd'l-'Uzza 'Abd Manaf 'Abd'd-Dar
| (lahir 430M)
| |
| +----------+-----------+----------+
Asad | | | |
| Muttalib Hasyim Naufal 'Abd Syams
| (lahir 464M) |
Khuwailid | Umayya
| 'Abd'l-Muttalib |
+----+----+ (lahir 497M) Harb
| | | |
'Awwam Khadijah | Abu Sufyan
| | |
Zubair | Mu'awiya
|
+--------+----------+-------+--+-----------+----------+
| | | | | |
Hamzah 'Abbas 'Abdullah Abu Lahab Abu Talib Harith
(lahir 545M) |
| +----------+----------+
| | | |
MUHAMMAD 'Aqil 'Ali Ja'far
(lahir 570M) | |
| +---+---+
| | |
Muslim Hasan Husain
Keluarga Hasyim merupakan keluarga pilihan di antara bangsa Arab, yang paling di hormati dan terjaga sifat-sifat mulianya.
Fase pendidikan kepemimpinan Muhammad
Pembentukan Sifat dan Karakter Saat Balita
Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan olehHalimah dan diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah.
Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.
Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia lima tahun, menghirup jiwa kebebasan dan kemerdekaan dalam udara sahara yang lepas itu. Dari kabilah ini ia belajar mempergunakan bahasa Arab yang murni, sehingga pernah ia mengatakan kepada teman-temannya kemudian: "Aku yang paling fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr."
Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang indah sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu.
Pendidikan Politik Dasar dari Sang Kakek
Abd'l-Muttalib yang bertindak mengasuh cucunya itu. Ia memeliharanya sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu - pemimpin seluruh Quraisy dan pemimpin Mekah – diletakkannya hamparan tempat dia duduk di bawah naungan Ka'bah, dan anak-anaknya lalu duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada orang tua. Tetapi apabila Muhammad yang datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu sambil ia mengelus ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya di belakang dari tempat mereka duduk itu.
Lebih-lebih lagi kecintaan kakek itu kepada cucunya ketika Aminah kemudian membawa anaknya itu ke Medinah untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar.
Masa Perenungan Arti Hidup (Saat Jadi Pengembala)
Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing."
Dan katanya lagi: "Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad."
Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah ia dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai - selama tugasnya di pedalaman itu - ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?
Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh karena itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang begitu adanya: Al-Amin.
Pendidikan Bisnis dan Membuka Wawasan Internasional (Usia 12 Tahun ke Syam)
Dalam perjalanan itulah sepasang mata Muhammad yang indah itu melihat luasnya padang pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit yang jernih cemerlang. Dilaluinya
daerah-daerah Madyan, Wadit'l-Qura serta peninggalan bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dengan telinganya yang tajam segala cerita orang-orang Arab dan penduduk pedalaman tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau. Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun yang lebat dengan buab-buahan yang sudah masak, yang akan membuat ia lupa akan kebun-kebun di Ta'if serta segala cerita orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya dengan dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah itu. Di Syam ini juga Muhammad mengetahui berita-berita tentang Kerajaan Rumawi dan agama Kristennya, didengarnya berita tentang Kitab Suci mereka serta oposisi Persia dari penyembah api terhadap mereka dan persiapannya menghadapi perang dengan Persia.
Sekalipun usianya baru dua belas tahun, tapi dia sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman otak, sudah mempunyai tinjauan yang begitu dalam dan ingatan yang cukup kuat serta segala sifat-sifat semacam itu yang diberikan alam kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima risalah (misi) maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki, meneliti. Ia tidak puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?
Pendidikan Sastra, Pidato dll
Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan 'Ukaz, Majanna dan Dhu'l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu'allaqat.3 Pendengarannya terpesona oleh sajak-sajak yang fasih melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega.
Dengan demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia menyampaikan risalahNya itu. Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Pendidikan Militer (Perang Fijar)
Pada tahun permulaan ia berumur limabelas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.
Juga orang berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka kebenaran kedua pendapat itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya ia mengumpulkan anak-anak panah itu untuk pamannya dan kemudian dia sendiripun ikut melemparkan. Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itu dengan berkata: "Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan."
Pendidikan Perjanjian, Diplomasi dll
Sesudah Perang Fijar Quraisy merasakan sekali bencana yang menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya, yang disebabkan oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan 'Abd'l-Muttalib wafat, dan masing-masing pihak berkeras mau jadi yang berkuasa. Kalau tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut mau berkuasa. Atas anjuran Zubair bin 'Abd'l-Muttalib di rumah Abdullah bin Jud'an diadakan pertemuan dengan mengadakan jamuan makan, dihadiri oleh keluarga-keluarga Hasyim, Zuhra dan Taym. Mereka sepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas, bahwa Tuhan akan berada di pihak yang teraniaya sampai orang itu tertolong. Muhammad menghadiri pertemuan itu yang oleh mereka disebut Hilf'l-Fudzul. Ia mengatakan, "Aku tidak suka mengganti fakta yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik. Kalau sekarang aku diajak pasti kukabulkan."
Berniaga / Berbisnis
Setelah Muhammad semakin dewasa, beliau mencoba pula untuk berdagang sendiri tanpa diseratai pamannya lagi. Kemudian, membawa barang dagangan Khadijah. Kadang mendapatkan upah, kadang pula mendapatkan profi sharing. Di kalangan para niagawan, di juliki sadiq (jujur), amin(terpercaya), dan high moral character(berkarakter terhormat). Beliau berdagang di pasar sekitar Makkah, maupun keluar Makkah. Beliau pernah pergi untuk keperluan niaga ke Yaman, Najd, Najran, Yaman, Ethiopia dll.
Di sinilah beliau membangun network internasional. Yang nantinya sangat berguna dalam mendukung penyebaran Risalah Islam ke seluruh dunia.
Bentuk Fisik, Sifat, Sikap, dan Kesederhanaan Muhammad
Paras mukanya manis dan indah, Perawakannya sedang, tidak terlampau tinggi, juga tidak pendek, dengan bentuk kepala yang besar, berambut hitam sekali antara keriting dan lurus. Dahinya lebar dan rata di atas sepasang alis yang lengkung lebat dan bertaut, sepasang matanya lebar dan hitam, di tepi-tepi putih matanya agak kemerah-merahan, tampak lebih menarik dan kuat: pandangan matanya tajam, dengan bulu-mata yang hitam-pekat. Hidungnya halus dan merata dengan barisan gigi yang bercelah-celah. Cambangnya lebar sekali, berleher panjang dan indah. Dadanya lebar dengan kedua bahu yang bidang. Warna kulitnya terang dan jernih dengan kedua telapak tangan dan kakinya yang tebal.
Bila berjalan badannya agak condong kedepan, melangkah cepat-cepat dan pasti. Air mukanya membayangkan renungan dan penuh pikiran, pandangan matanya menunjukkan kewibawaan, membuat orang patuh kepadanya.
Dengan sifatnya yang demikian itu tidak heran bila Khadijah cinta dan patuh kepadanya, dan tidak pula mengherankan bila Muhammad dibebaskan mengurus hartanya dan dia sendiri yang memegangnya seperti keadaannya semula dan membiarkannya menggunakan waktu untuk berpikir dan berenung.
Muhammad yang telah mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah itu berada dalam kedudukan yang tinggi dan harta yang cukup. Seluruh penduduk Mekah memandangnya dengan rasa gembira dan hormat. Mereka melihat karunia Tuhan yang diberikan kepadanya serta harapan akan membawa turunan yang baik dengan Khadijah. Tetapi semua itu tidak mengurangi pergaulannya dengan mereka. Dalam hidup hari-hari dengan mereka partisipasinya tetap seperti sediakala. Bahkan ia lebih dihormati lagi di tengah-tengah mereka itu. Sifatnya yang sangat rendah hati lebih kentara lagi. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengarkan hati-hati sekali tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak saja mendengarkan kepada yang mengajaknya bicara, bahkan ia rnemutarkan seluruh badannya. Bicaranya sedikit sekali, lebih banyak ia mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguhpun begitu iapun tidak melupakan ikut membuat humor dan bersenda-gurau, tapi yang dikatakannya itu selalu yang sebenarnya. Kadang ia tertawa sampai terlihat gerahamnya. Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannya, hanya antara kedua keningnya tampak sedikit berkeringat. Ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak mau menampakkannya keluar. Semua itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada, berkemauan baik dan menghargai orang lain. Bijaksana ia, murah hati dan mudah bergaul. Tapi juga ia mempunyai tujuan pasti, berkemauan keras, tegas dan tak pernah ragu-ragu dalam tujuannya. Sifat-sifat demikian ini berpadu dalam dirinya dan meninggalkan pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul dengan dia. Bagi orang yang melihatnya tiba-tiba, sekaligus akan timbul rasa hormat, dan bagi orang yang bergaul dengan dia akan timbul rasa cinta kepadanya.
Keadilan Kepemimpinan Muhammad Muda
Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saat nyameletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy,
siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya. Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara karenanya. Keluarga Abd'd-Dar dan keluarga 'Adi bersepakat takkan membiarkan kabilah yang manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar ini. Untuk itu mereka mengangkat sumpah bersama. Keluarga Abd'd-Dar membawa sebuah baki berisi darah. Tangan mereka dimasukkan ke dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. Karena itu lalu diberi nama La'aqat'd-Dam, yakni 'jilatan darah'.
Abu Umayya bin'l-Mughira dari Banu Makhzum, adalah orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi. Setelah melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka:
"Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini."
Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru: "Ini al-Amin; kami dapat menerima keputusannya."
Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepadanya. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu katanya: "Kemarikan sehelai kain," katanya. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri, kemudian katanya; "Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini."
Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan.
Catatan Penulis :
1. Mempelajari Hidup Muhammad sebagai manusia biasa. Memberikan kita pemahaman yang mendalam. Apa saja yang kita perlukan untuk menjadi Orang Besar.
2. Penulis lebih banyak mempertanyakan dengan kata ‘Mengapa’. Sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap lika-liku perjalanan hidup Muhammad.
3. Muhammad, sudah di persiapkan oleh Alam (Sunatullah). Untuk menjadi pemimpin umat manusia. perjalanan hidupnya sangat lengkap dan syamil (sempurna).
Daftar Pustaka
Al- Usairy, Ahmad. 2003. Ahmad. Sejarah Islam. Akbar Media Eka Sarana. Jakarta.
Haekal, Muhammad Husain, 1980. Sejarah Hidup Muhammad. Pustaka Jaya. Jakarta.
Suryanegara, Mansur A., 2009. Api Sejarah 1. Salamadani Pustaka Semesta. Bandung.
Syalabi, A.,2007. Sejarah Kebudayaan Islam 1. PT. Pustaka Al-Husna Baru. Jakarta.
Hejaz – berbeda dengan negeri-negeri Arab yang lain – telah dapat menjaga kemerdekaannya. Tidak pernah negeri Hejaz dijajah, diduduki, atau dipengaruhi oleh Negara-negara asing. Hal itu boleh jadi disebabkan oleh tandusnya. Boleh jadi juga, disebabkan karena Hejaz itu sejak zaman Ibrahim telah menjadi Ka’bah bagi bangsa Arab. Mereka bekerja sama memelihara, menjaga kemerdekaan negeri itu, dan menjauhkan penjajah-penjajah dari padanya.(SKI) . Secara politik Hejaz (terutama Makkah), terlepas dari ikatan politik Romawi maupun Persia. Ini merupakan kondisi yang menguntungkan bagi berdirinya peradaban baru.
Letak kota Makkah di tengah-tengah Tanah Arab, antara utara dan selatan pun menguatkan faktor – faktor menjadi kota perdagangan. Apalagi keadaan buminya yang kering dan tandus menyebabkan penduduknya suka merantau untuk berniaga, sebagai suatu usaha yang utama, dan sumber yang terpenting bagi penghidupan mereka. SKI. Hal ini yang membuat Makkah menjadi kota yang agresif dalam bisnis/perniagaan. Dan merupakan kotanya para pebisnis.
Keberadaan Ka’bah di kota Makkah. Menjadikan Makkah sebagai kota suci dan politik yang di hormati di kawasan Jazirah Arab. Hal ini karena Ka’bah merupakan warisan dari Nabi Ibrahim yang sangat di muliakan.
Mengapa Muhammad lahir dari klan Hasyim?
SILSILAH MUHAMMAD SAW
Qushayy
(lahir 400M)
|
+----------------------+----------------------+
| | |
'Abd'l-'Uzza 'Abd Manaf 'Abd'd-Dar
| (lahir 430M)
| |
| +----------+-----------+----------+
Asad | | | |
| Muttalib Hasyim Naufal 'Abd Syams
| (lahir 464M) |
Khuwailid | Umayya
| 'Abd'l-Muttalib |
+----+----+ (lahir 497M) Harb
| | | |
'Awwam Khadijah | Abu Sufyan
| | |
Zubair | Mu'awiya
|
+--------+----------+-------+--+-----------+----------+
| | | | | |
Hamzah 'Abbas 'Abdullah Abu Lahab Abu Talib Harith
(lahir 545M) |
| +----------+----------+
| | | |
MUHAMMAD 'Aqil 'Ali Ja'far
(lahir 570M) | |
| +---+---+
| | |
Muslim Hasan Husain
Keluarga Hasyim merupakan keluarga pilihan di antara bangsa Arab, yang paling di hormati dan terjaga sifat-sifat mulianya.
Fase pendidikan kepemimpinan Muhammad
Pembentukan Sifat dan Karakter Saat Balita
Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan olehHalimah dan diasuh oleh Syaima', puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya. Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah.
Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.
Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia lima tahun, menghirup jiwa kebebasan dan kemerdekaan dalam udara sahara yang lepas itu. Dari kabilah ini ia belajar mempergunakan bahasa Arab yang murni, sehingga pernah ia mengatakan kepada teman-temannya kemudian: "Aku yang paling fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr."
Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang indah sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu.
Pendidikan Politik Dasar dari Sang Kakek
Abd'l-Muttalib yang bertindak mengasuh cucunya itu. Ia memeliharanya sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu - pemimpin seluruh Quraisy dan pemimpin Mekah – diletakkannya hamparan tempat dia duduk di bawah naungan Ka'bah, dan anak-anaknya lalu duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada orang tua. Tetapi apabila Muhammad yang datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu sambil ia mengelus ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya di belakang dari tempat mereka duduk itu.
Lebih-lebih lagi kecintaan kakek itu kepada cucunya ketika Aminah kemudian membawa anaknya itu ke Medinah untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar.
Masa Perenungan Arti Hidup (Saat Jadi Pengembala)
Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing."
Dan katanya lagi: "Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad."
Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah ia dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai - selama tugasnya di pedalaman itu - ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?
Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh karena itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang begitu adanya: Al-Amin.
Pendidikan Bisnis dan Membuka Wawasan Internasional (Usia 12 Tahun ke Syam)
Dalam perjalanan itulah sepasang mata Muhammad yang indah itu melihat luasnya padang pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit yang jernih cemerlang. Dilaluinya
daerah-daerah Madyan, Wadit'l-Qura serta peninggalan bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dengan telinganya yang tajam segala cerita orang-orang Arab dan penduduk pedalaman tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau. Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun yang lebat dengan buab-buahan yang sudah masak, yang akan membuat ia lupa akan kebun-kebun di Ta'if serta segala cerita orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya dengan dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah itu. Di Syam ini juga Muhammad mengetahui berita-berita tentang Kerajaan Rumawi dan agama Kristennya, didengarnya berita tentang Kitab Suci mereka serta oposisi Persia dari penyembah api terhadap mereka dan persiapannya menghadapi perang dengan Persia.
Sekalipun usianya baru dua belas tahun, tapi dia sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan dan ketajaman otak, sudah mempunyai tinjauan yang begitu dalam dan ingatan yang cukup kuat serta segala sifat-sifat semacam itu yang diberikan alam kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima risalah (misi) maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki, meneliti. Ia tidak puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?
Pendidikan Sastra, Pidato dll
Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan 'Ukaz, Majanna dan Dhu'l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu'allaqat.3 Pendengarannya terpesona oleh sajak-sajak yang fasih melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega.
Dengan demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia menyampaikan risalahNya itu. Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Pendidikan Militer (Perang Fijar)
Pada tahun permulaan ia berumur limabelas tahun dan pada tahun berakhirnya perang itu ia sudah memasuki umur duapuluh tahun.
Juga orang berselisih pendapat mengenai tugas yang dipegang Muhammad dalam perang itu. Ada yang mengatakan tugasnya mengumpulkan anak-anak panah yang datang dari pihak Hawazin lalu di berikan kepada paman-pamannya untuk dibalikkan kembali kepada pihak lawan. Yang lain lagi berpendapat, bahwa dia sendiri yang ikut melemparkan panah. Tetapi, selama peperangan tersebut telah berlangsung sampai empat tahun, maka kebenaran kedua pendapat itu dapat saja diterima. Mungkin pada mulanya ia mengumpulkan anak-anak panah itu untuk pamannya dan kemudian dia sendiripun ikut melemparkan. Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itu dengan berkata: "Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan."
Pendidikan Perjanjian, Diplomasi dll
Sesudah Perang Fijar Quraisy merasakan sekali bencana yang menimpa mereka dan menimpa Mekah seluruhnya, yang disebabkan oleh perpecahan, sesudah Hasyim dan 'Abd'l-Muttalib wafat, dan masing-masing pihak berkeras mau jadi yang berkuasa. Kalau tadinya orang-orang Arab itu menjauhi, sekarang mereka berebut mau berkuasa. Atas anjuran Zubair bin 'Abd'l-Muttalib di rumah Abdullah bin Jud'an diadakan pertemuan dengan mengadakan jamuan makan, dihadiri oleh keluarga-keluarga Hasyim, Zuhra dan Taym. Mereka sepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas, bahwa Tuhan akan berada di pihak yang teraniaya sampai orang itu tertolong. Muhammad menghadiri pertemuan itu yang oleh mereka disebut Hilf'l-Fudzul. Ia mengatakan, "Aku tidak suka mengganti fakta yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik. Kalau sekarang aku diajak pasti kukabulkan."
Berniaga / Berbisnis
Setelah Muhammad semakin dewasa, beliau mencoba pula untuk berdagang sendiri tanpa diseratai pamannya lagi. Kemudian, membawa barang dagangan Khadijah. Kadang mendapatkan upah, kadang pula mendapatkan profi sharing. Di kalangan para niagawan, di juliki sadiq (jujur), amin(terpercaya), dan high moral character(berkarakter terhormat). Beliau berdagang di pasar sekitar Makkah, maupun keluar Makkah. Beliau pernah pergi untuk keperluan niaga ke Yaman, Najd, Najran, Yaman, Ethiopia dll.
Di sinilah beliau membangun network internasional. Yang nantinya sangat berguna dalam mendukung penyebaran Risalah Islam ke seluruh dunia.
Bentuk Fisik, Sifat, Sikap, dan Kesederhanaan Muhammad
Paras mukanya manis dan indah, Perawakannya sedang, tidak terlampau tinggi, juga tidak pendek, dengan bentuk kepala yang besar, berambut hitam sekali antara keriting dan lurus. Dahinya lebar dan rata di atas sepasang alis yang lengkung lebat dan bertaut, sepasang matanya lebar dan hitam, di tepi-tepi putih matanya agak kemerah-merahan, tampak lebih menarik dan kuat: pandangan matanya tajam, dengan bulu-mata yang hitam-pekat. Hidungnya halus dan merata dengan barisan gigi yang bercelah-celah. Cambangnya lebar sekali, berleher panjang dan indah. Dadanya lebar dengan kedua bahu yang bidang. Warna kulitnya terang dan jernih dengan kedua telapak tangan dan kakinya yang tebal.
Bila berjalan badannya agak condong kedepan, melangkah cepat-cepat dan pasti. Air mukanya membayangkan renungan dan penuh pikiran, pandangan matanya menunjukkan kewibawaan, membuat orang patuh kepadanya.
Dengan sifatnya yang demikian itu tidak heran bila Khadijah cinta dan patuh kepadanya, dan tidak pula mengherankan bila Muhammad dibebaskan mengurus hartanya dan dia sendiri yang memegangnya seperti keadaannya semula dan membiarkannya menggunakan waktu untuk berpikir dan berenung.
Muhammad yang telah mendapat kurnia Tuhan dalam perkawinannya dengan Khadijah itu berada dalam kedudukan yang tinggi dan harta yang cukup. Seluruh penduduk Mekah memandangnya dengan rasa gembira dan hormat. Mereka melihat karunia Tuhan yang diberikan kepadanya serta harapan akan membawa turunan yang baik dengan Khadijah. Tetapi semua itu tidak mengurangi pergaulannya dengan mereka. Dalam hidup hari-hari dengan mereka partisipasinya tetap seperti sediakala. Bahkan ia lebih dihormati lagi di tengah-tengah mereka itu. Sifatnya yang sangat rendah hati lebih kentara lagi. Bila ada yang mengajaknya bicara ia mendengarkan hati-hati sekali tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak saja mendengarkan kepada yang mengajaknya bicara, bahkan ia rnemutarkan seluruh badannya. Bicaranya sedikit sekali, lebih banyak ia mendengarkan. Bila bicara selalu bersungguh-sungguh, tapi sungguhpun begitu iapun tidak melupakan ikut membuat humor dan bersenda-gurau, tapi yang dikatakannya itu selalu yang sebenarnya. Kadang ia tertawa sampai terlihat gerahamnya. Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannya, hanya antara kedua keningnya tampak sedikit berkeringat. Ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak mau menampakkannya keluar. Semua itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada, berkemauan baik dan menghargai orang lain. Bijaksana ia, murah hati dan mudah bergaul. Tapi juga ia mempunyai tujuan pasti, berkemauan keras, tegas dan tak pernah ragu-ragu dalam tujuannya. Sifat-sifat demikian ini berpadu dalam dirinya dan meninggalkan pengaruh yang dalam sekali pada orang-orang yang bergaul dengan dia. Bagi orang yang melihatnya tiba-tiba, sekaligus akan timbul rasa hormat, dan bagi orang yang bergaul dengan dia akan timbul rasa cinta kepadanya.
Keadilan Kepemimpinan Muhammad Muda
Sesudah bangunan itu setinggi orang berdiri dan tiba saat nyameletakkan Hajar Aswad yang disucikan di tempatnya semula di sudut timur, maka timbullah perselisihan di kalangan Quraisy,
siapa yang seharusnya mendapat kehormatan meletakkan batu itu di tempatnya. Demikian memuncaknya perselisihan itu sehingga hampir saja timbul perang saudara karenanya. Keluarga Abd'd-Dar dan keluarga 'Adi bersepakat takkan membiarkan kabilah yang manapun campur tangan dalam kehormatan yang besar ini. Untuk itu mereka mengangkat sumpah bersama. Keluarga Abd'd-Dar membawa sebuah baki berisi darah. Tangan mereka dimasukkan ke dalam baki itu guna memperkuat sumpah mereka. Karena itu lalu diberi nama La'aqat'd-Dam, yakni 'jilatan darah'.
Abu Umayya bin'l-Mughira dari Banu Makhzum, adalah orang yang tertua di antara mereka, dihormati dan dipatuhi. Setelah melihat keadaan serupa itu ia berkata kepada mereka:
"Serahkanlah putusan kamu ini di tangan orang yang pertama sekali memasuki pintu Shafa ini."
Tatkala mereka melihat Muhammad adalah orang pertama memasuki tempat itu, mereka berseru: "Ini al-Amin; kami dapat menerima keputusannya."
Lalu mereka menceritakan peristiwa itu kepadanya. Iapun mendengarkan dan sudah melihat di mata mereka betapa berkobarnya api permusuhan itu. Ia berpikir sebentar, lalu katanya: "Kemarikan sehelai kain," katanya. Setelah kain dibawakan dihamparkannya dan diambilnya batu itu lalu diletakkannya dengan tangannya sendiri, kemudian katanya; "Hendaknya setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini."
Mereka bersama-sama membawa kain tersebut ke tempat batu itu akan diletakkan. Lalu Muhammad mengeluarkan batu itu dari kain dan meletakkannya di tempatnya. Dengan demikian perselisihan itu berakhir dan bencana dapat dihindarkan.
Catatan Penulis :
1. Mempelajari Hidup Muhammad sebagai manusia biasa. Memberikan kita pemahaman yang mendalam. Apa saja yang kita perlukan untuk menjadi Orang Besar.
2. Penulis lebih banyak mempertanyakan dengan kata ‘Mengapa’. Sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap lika-liku perjalanan hidup Muhammad.
3. Muhammad, sudah di persiapkan oleh Alam (Sunatullah). Untuk menjadi pemimpin umat manusia. perjalanan hidupnya sangat lengkap dan syamil (sempurna).
Daftar Pustaka
Al- Usairy, Ahmad. 2003. Ahmad. Sejarah Islam. Akbar Media Eka Sarana. Jakarta.
Haekal, Muhammad Husain, 1980. Sejarah Hidup Muhammad. Pustaka Jaya. Jakarta.
Suryanegara, Mansur A., 2009. Api Sejarah 1. Salamadani Pustaka Semesta. Bandung.
Syalabi, A.,2007. Sejarah Kebudayaan Islam 1. PT. Pustaka Al-Husna Baru. Jakarta.
Ayoooo ‘Telanjangria’ !!!
Terserah mau ngeres atau nggak. Yang pasti maksudku baik, boss. Kita telanjangi pikiran kita. Pikiran kita terlalu sering pakai baju orang lain. Orang pakai baju ini, kita ikut. Dari pada gitu lebih baik pikiran kita telanjang (orisinil). Kita jadi begini karena kita ikut-ikutan. Pernah nggak berpikir kenapa kita sekarang begini? Ya karena kita punya pikiran tak orisinil. Mudah ikut kesana kemari. Ayo... kita bertelanjang ria.
Tahun ini. Apa targetmu, boss? Mau hafal Qur’an? Yang bener. Itu dari hatimu atau hanya ikut-ikutan? Mau sukses? Yang bener. Coba gambarkan sukses itu gimana? Mau kaya? Gimana kaya kalau tidakannya aja kayak orang miskin. Ngambil targetan aja takut. Mau uang 10 juta, takut nggak bisa ngembalikan. Gimana kaya, kalau TAKUT KAYA. Ini ne jiwa orang miskin.
Orang pakai Jeans. Ikut pakai Jeans. Orang pakai kaos. Ikut pakai kaos.
Mereka yang sekarang dikenal dalam sejarah. Mereka berbeda. Aneh. Dan unik. Kalau yang lain kerja, mereka santai. Kalau yang lain tidur, mereka berpikir strategi. Nah... kalau yang lain pakai baju. Kita? TELANJANG. Uuupsss... jagan ngeres dulu. Kita harus melakukan tindakan yang dari ‘heart’ sendiri. Alias TELANJANGkan pikiran. Orisinil.
Mau jadi apa sih??? Mau jadi guru? Karena apa? Panggilan jiwa atau takut nggak dapet kerjaan. Hayo.... luruskan niat boss. Ngapain coba kalau mau jadi guru cuma karena uang. Jiah... parah lho. Niatkan hanya karena Allah. Maka orisinilkan pikiran dan tujuan.
Ahhh... lebih baik kita kembali ke fitrah. TELANJANG BULAT. Kembali pada minat hidup. Tanpa terpengaruh oleh apapun. Menjadi apa yang sesuai dengan panggilan jiwa. Yang membuat diri menjadi selalu berkobar untuk melakukannya. Mari kita BUGILKAN PIKIRAN. Ini adalah jalan yang indah. Sesuai dengan penciptaan kita.
Kalau masih bingung dengan apa mau diri. Apa potensi diri. Tanya dong ke Allah. Yang menciptakan kita. Yang lebih tau komponen-komponen dasar kita. Fungsinya untuk apa. Mulai sekarang kalau bisa. Jangan menunda. Jangan memelihara kebingungan !!!
^_^
Kalau mau sukses. BERBEDA LAH !!! jadilah unik. karena yang sama itu sama dengan barang komoditas. Mudah didapat. Harganya rendah. Kalau di jadikan tiket, susah untuk masuk surga. Sebab, mereka yang masuk surga itu berbeda, unik, dan sedikit ‘aneh’. Ya... ini bahasaku. Bahasa sederhana.
Upppsss... hampir lupa. Ada yang penting.
Bagi kawan-kawan yang punya ide bisnis, modal, atau mau kerja dalam sebuah tim bisnis yang siap terjun secara militan. Dapat menghubungi saya ke no. 0852 4790 6109 atw 0856 244 886 59. Segera ya !!! ada begitu banyak tawaran yang menarik.
^_^
Di tulis agak sedikit ‘nyeleneh’
Tapi, inilah bedanya dengan yang lainnya.
Biarlah yang membacanya akan berkata,”ini tulisan aneh.”
saya hanya katakan,”kita harus berbeda.”
20:03, rabu 26 Januari 2011.
Baitu Elfath, Bandung.....
Kepada Tuhanku, Allah
Aku tulis surat ini untuk-MU. Saat ku merasa sendiri menghadapi hidup ini, ragunya jiwaku. Demi MU, yang jiwaku ada dalam genggaman-MU. Masihkah aku punya harapan selain padaMU? Di saat jiwa ini begitu takut melangkah, takut akan masa depan yang tak menentu, dan saat jiwaku menjadi ambigu.
Sore ini, rabu. Ku ketik huruf demi huruf untuk seluruh kegundahanku kepadaMU. Atas hari hariku. Yang tak menentu. Atas nama tujuan hidup yang ambigu. Allah, aku perlu diriMU. Agar aku berdiri tegak di antara hamba-hambaMU. Percaya atas hidup yang KAU berikan padaku. Dan agar aku dapat meyakinkan pada yang lain tentang maksudMU.
Allah, sejujurnya, aku meragukan akan diriku. Ragu akan kemampuanku? Memang semuanya kekuatan hanya milikMU. Ku meminta padaMU, berilah aku. Aku meragukan akan masa depanku? Demi masa depanku yang ada di genggamanMU. Berilah aku masa depan istimewa di dunia dan surga diantara manusia ciptaanMU. Allah, tolonglah aku. Yakinkan aku. Kuatkan aku. Kayakan aku. Masukkan aku di Surga FirdausMU. Di dunia maupaun AkhiratMU. Tuhanku.
Sejujurnya, aku tak dapat mengontrol semua tingkahku. Ku tak dapat memutar balikkkan masa depanku. Dan aku hanyalah manusia lemah yang banyak berharap padaMU. Tuhan, maaf bila siang dan malam yang KAU berikan padaku. Ku lumuri dengan dosa-dosa sadar, tanpa ku merasa taku akan neraka dan siksaMU.
Sore ini. Atas nama rahmatMU yang turun memberi kehidupan. Hujan yang membasahi bumi Pasundan. Aku memujiMU. Atas segala kuasa yang KAU miliki. Allah, Tuhanku.
”Tiada Tuhan melainkan Allah semata Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”
”Ya Allah, aku memohon pada-MU ketegaran dalam menghadapi setiap persoalan dan agar memberiku petunjuk (jalan keluar dari setiap masalah yang timbul dalam hidup dan bisnisku), dan aku memohon kepada-MU agar aku bisa mensyukuri nikmat-MU dan agar aku mampu terus beribadah dengan baik kepada-MU, dan aku memohon kepada-MU hati yang lurus dan lisan yang jujur. Dan aku memohon kepada-MU kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-MU dari keburukan/kejahatan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-MU ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkaulah Yang maha Mengetahui segala ghaib.”(HR at Tirmidzi dan an Nasa’i)
”Wahai Dzat Yang mengurus, mengatur dan melipatgandakan nafkah ahli takwa; wahai Dzat Yang membagi rezeki kepada para makhluk; wahai Dzat Yang melebihkan rezeki sebagian diantara kami di atas sebagian yang lain, tuntun dan hadapkanlah aku dalam bisnisku ini kepada Dzat Yang Maha kaya, Yang Maha Menjaga dan Maha Penerima syukur. Aku melakukan ini dengan rasa syukur yang baik agar Engkau memberiku manfaat dan mendatangkan manfaat bagi bisnis ini.
Wahai Dzat yang memberikan keuntungan kepada bisnis orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-MU, curahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Tuntunlah aku dalam bisnis ini untuk menghadapi ujian yang Engkau berikan kepadaku dengan baik agar mendatangkan rezeki dan agar menghindarkanku dari kejahatan dan keputusasaan.
Wahai Dzat Yang membagikan rizekinya dengan baik, janganlah Engkau balas doaku ini dengan kerugian karena memusuhiku, sehingga aku mejadi susah. Bahagialah aku karena aku telah memohon kepada-MU. Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang.”
Apa yang ku pinta. Hanya Engkau yang dapat mewujudkaNYA. Surat ini untukMU.
Surat yang terlahir dari ketidakberdayaan diri
Keterbatasan potensi
Dan masa depan hidup nanti
Ditulis dengan penuh kesadaran diri....
Rabu senja, 17 : 00 sampai 18 : 17
24 November 2010
Di Baitu El fath, Bumi Siliwangi
Yang di sini aku belajar politik, bisnis, cermin diri dan strategi...
Sore ini, rabu. Ku ketik huruf demi huruf untuk seluruh kegundahanku kepadaMU. Atas hari hariku. Yang tak menentu. Atas nama tujuan hidup yang ambigu. Allah, aku perlu diriMU. Agar aku berdiri tegak di antara hamba-hambaMU. Percaya atas hidup yang KAU berikan padaku. Dan agar aku dapat meyakinkan pada yang lain tentang maksudMU.
Allah, sejujurnya, aku meragukan akan diriku. Ragu akan kemampuanku? Memang semuanya kekuatan hanya milikMU. Ku meminta padaMU, berilah aku. Aku meragukan akan masa depanku? Demi masa depanku yang ada di genggamanMU. Berilah aku masa depan istimewa di dunia dan surga diantara manusia ciptaanMU. Allah, tolonglah aku. Yakinkan aku. Kuatkan aku. Kayakan aku. Masukkan aku di Surga FirdausMU. Di dunia maupaun AkhiratMU. Tuhanku.
Sejujurnya, aku tak dapat mengontrol semua tingkahku. Ku tak dapat memutar balikkkan masa depanku. Dan aku hanyalah manusia lemah yang banyak berharap padaMU. Tuhan, maaf bila siang dan malam yang KAU berikan padaku. Ku lumuri dengan dosa-dosa sadar, tanpa ku merasa taku akan neraka dan siksaMU.
Sore ini. Atas nama rahmatMU yang turun memberi kehidupan. Hujan yang membasahi bumi Pasundan. Aku memujiMU. Atas segala kuasa yang KAU miliki. Allah, Tuhanku.
”Tiada Tuhan melainkan Allah semata Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”
”Ya Allah, aku memohon pada-MU ketegaran dalam menghadapi setiap persoalan dan agar memberiku petunjuk (jalan keluar dari setiap masalah yang timbul dalam hidup dan bisnisku), dan aku memohon kepada-MU agar aku bisa mensyukuri nikmat-MU dan agar aku mampu terus beribadah dengan baik kepada-MU, dan aku memohon kepada-MU hati yang lurus dan lisan yang jujur. Dan aku memohon kepada-MU kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-MU dari keburukan/kejahatan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-MU ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkaulah Yang maha Mengetahui segala ghaib.”(HR at Tirmidzi dan an Nasa’i)
”Wahai Dzat Yang mengurus, mengatur dan melipatgandakan nafkah ahli takwa; wahai Dzat Yang membagi rezeki kepada para makhluk; wahai Dzat Yang melebihkan rezeki sebagian diantara kami di atas sebagian yang lain, tuntun dan hadapkanlah aku dalam bisnisku ini kepada Dzat Yang Maha kaya, Yang Maha Menjaga dan Maha Penerima syukur. Aku melakukan ini dengan rasa syukur yang baik agar Engkau memberiku manfaat dan mendatangkan manfaat bagi bisnis ini.
Wahai Dzat yang memberikan keuntungan kepada bisnis orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-MU, curahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Tuntunlah aku dalam bisnis ini untuk menghadapi ujian yang Engkau berikan kepadaku dengan baik agar mendatangkan rezeki dan agar menghindarkanku dari kejahatan dan keputusasaan.
Wahai Dzat Yang membagikan rizekinya dengan baik, janganlah Engkau balas doaku ini dengan kerugian karena memusuhiku, sehingga aku mejadi susah. Bahagialah aku karena aku telah memohon kepada-MU. Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang.”
Apa yang ku pinta. Hanya Engkau yang dapat mewujudkaNYA. Surat ini untukMU.
Surat yang terlahir dari ketidakberdayaan diri
Keterbatasan potensi
Dan masa depan hidup nanti
Ditulis dengan penuh kesadaran diri....
Rabu senja, 17 : 00 sampai 18 : 17
24 November 2010
Di Baitu El fath, Bumi Siliwangi
Yang di sini aku belajar politik, bisnis, cermin diri dan strategi...
Langganan:
Komentar (Atom)