Sore ini aku mendapatkan SMS dari adikku tersayang, Dhiya. Gadis SMA kelas 1 di Balikpapan. Adikku yang pandangan hidupnya melampaui teman-teman sezamannya. Gadis kecil yang selalu ada dalam hatiku.
”Kita sebagai manusia terkadang mempunyai impian yang besar tetapi takut untuk mencapainya. Semangat itu masih terkalahkan oleh ketakutan! Rasa takut, kelemahan, ketidakpercayaan diri terkadang menyiksa! Tetapi yang bisa kami lanjutkan hanya diam. Bingung apa yang harus dilakukan untuk dapat merubah itu semua! (bisa bangkit). Itulah keadaan kami sekarang. Bantulah saudaramu ini untuk keluar dari keterpurukan. (from: salah satu rintihan rintihan rakyat yang baru ingin mengenal apa arti hidup!).” (06: 45, 07 Desember 2010).
Dia meminta saran padaku. Bagaimana caranya? Ku jawab dengan SMS.
”Selain memilki IMPIAN. Milikilah TEKAD. Dan semangat untuk TERUS BELAJAR. Serta, beranilah GAGAL agar kau dapat KEMENANGAN.”
”Jadilah DIRIMU SEDIRI. Kau memiliki KEUNIKAN INDIVIDU. Temukanlah hal itu. Apa yang menenangkan dan kau sukai, ITULAH KAMU.”
Selain itu aku punya beberapa pandangan. Kita jangan sama, kita punya ciri KHAS. Jangan sama dengan saudara, ayah, ibu, atau siapapun. Kita tidak harus sama bidang apa yang kita minati. Karena kita punya pandangan tersendiri. Bila bidangnya sama, juga boleh. Tapi, jangan sama dalam kapasitas. Kapasitaskita harus lebih.
Aku punya teori TIDAK SAMA. Ini intinya.
Apalah gunanya kita sama. Itu tidak menarik dan tidak dinamis. Kita harus berpikir mulai sekarang. Mari kita menghargai ketidaksamaan pandangan tau kapasitas. Kita berbicara persatuan. Perbedaan itu baik untuk melahirkan kreativitas dan inovasi hidup. Bila Ayahmu pengusaha, lalu dirimu juga mau jadi pengusaha. Jadilah pengusaha yang lebih besar. Bila sama, kamu belum sukses. Dan kamu tidak memilki jiwa dinamis. Inilah hidup.
Impian adalah awal. Selanjutnya ditentukan dari SEKERAS apa KEPALA kita dalam merealisasikan Impian dalam dunia nyata.
nice akh
BalasHapus