Selasa, 08 Maret 2011

Kepada Tuhanku, Allah

Aku tulis surat ini untuk-MU.  Saat ku merasa sendiri menghadapi hidup ini, ragunya jiwaku. Demi  MU, yang jiwaku ada dalam genggaman-MU. Masihkah aku punya harapan selain padaMU? Di saat jiwa ini begitu takut melangkah, takut akan masa depan yang tak menentu, dan saat jiwaku menjadi ambigu.
Sore ini, rabu. Ku ketik huruf demi huruf untuk seluruh kegundahanku kepadaMU. Atas hari hariku. Yang tak menentu. Atas nama tujuan hidup yang ambigu. Allah, aku perlu diriMU. Agar aku berdiri tegak di antara hamba-hambaMU. Percaya atas hidup yang KAU berikan padaku. Dan agar aku dapat meyakinkan pada yang lain tentang maksudMU.
Allah, sejujurnya, aku meragukan akan diriku. Ragu akan kemampuanku? Memang semuanya kekuatan hanya milikMU. Ku meminta padaMU, berilah aku. Aku meragukan akan masa depanku? Demi masa depanku yang ada di genggamanMU. Berilah aku masa depan istimewa di dunia dan surga diantara manusia ciptaanMU. Allah, tolonglah aku. Yakinkan aku. Kuatkan aku. Kayakan aku. Masukkan aku di Surga FirdausMU. Di dunia maupaun AkhiratMU. Tuhanku.
Sejujurnya, aku tak dapat mengontrol semua tingkahku. Ku tak dapat memutar balikkkan masa depanku. Dan aku hanyalah manusia lemah yang banyak berharap padaMU. Tuhan, maaf bila siang dan malam yang KAU berikan padaku. Ku lumuri dengan dosa-dosa sadar, tanpa ku merasa taku akan neraka dan siksaMU.
Sore ini. Atas nama rahmatMU yang turun memberi kehidupan. Hujan yang membasahi bumi Pasundan. Aku memujiMU. Atas segala kuasa yang KAU miliki. Allah, Tuhanku.
Tiada Tuhan melainkan Allah semata Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”
”Ya Allah, aku memohon pada-MU ketegaran dalam menghadapi setiap persoalan dan agar memberiku petunjuk (jalan keluar dari setiap masalah yang timbul dalam hidup dan bisnisku), dan aku memohon kepada-MU agar aku bisa mensyukuri nikmat-MU dan agar aku mampu terus beribadah dengan baik kepada-MU, dan aku memohon kepada-MU hati yang lurus dan lisan yang jujur. Dan aku memohon kepada-MU kebaikan yang Engkau ketahui, dan aku berlindung kepada-MU dari keburukan/kejahatan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-MU ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkaulah Yang maha Mengetahui segala ghaib.”(HR at Tirmidzi dan an Nasa’i)
”Wahai Dzat Yang mengurus, mengatur dan melipatgandakan nafkah ahli takwa; wahai Dzat Yang membagi rezeki kepada para makhluk; wahai Dzat Yang melebihkan rezeki sebagian diantara kami di atas sebagian yang lain, tuntun dan hadapkanlah aku dalam bisnisku ini kepada Dzat Yang Maha kaya, Yang Maha Menjaga dan Maha Penerima syukur. Aku melakukan ini dengan rasa syukur yang baik agar Engkau memberiku manfaat dan mendatangkan manfaat bagi bisnis ini.
Wahai Dzat yang memberikan keuntungan kepada bisnis orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-MU, curahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Tuntunlah aku dalam bisnis ini untuk menghadapi ujian yang Engkau berikan kepadaku dengan baik agar mendatangkan rezeki dan agar menghindarkanku dari kejahatan dan keputusasaan.
Wahai Dzat Yang membagikan rizekinya dengan baik, janganlah Engkau balas doaku ini dengan kerugian karena memusuhiku, sehingga aku mejadi susah. Bahagialah aku karena aku telah memohon kepada-MU. Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang.”
Apa yang ku pinta. Hanya Engkau yang dapat mewujudkaNYA. Surat ini untukMU.


Surat yang terlahir dari ketidakberdayaan diri
Keterbatasan potensi
Dan masa depan hidup nanti
Ditulis dengan penuh kesadaran diri....
Rabu senja, 17 : 00 sampai 18 : 17
24 November 2010
Di Baitu El fath, Bumi Siliwangi
Yang di sini aku belajar politik, bisnis, cermin diri dan strategi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar